Program Mobil Pintar Di Daerah Belum Fungsional

foto : SKB Tenggarong

Kendati  program Mobil Pintar telah diluncurkan sejak tahun  2005 namun bukan berarti program yang di gawangi oleh Solidaritas Istri-Istri Kabinet Indonesia Bersatu  tersebut  tidak memiliki hambatan, seperti contohnya di bebrapa daerah di wilayah Kalimantan Timur terdapat banyak armada-armada mobil pintar yang belum berfungsi secara optimal dengan kata lain belum difungsikan secara baik. Dimana dirasakan bahwa program mobil pintar tersebut merupakan program yang diberikan oleh pusat  namun tidak mampu di folow up secara baik oleh daerah.

Contohnya  mobil pintar yang ada di  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Timur  selama ini hanya “mangkrak” alias jarang beroperasi, sebabnya bukan karena tidak tersedianya tenaga tutor ataupun  supir yang mengoperasikan mobil tersebut, namun karena selama ini pemerintah daerah tidak memasukkan dana operasional untuk program mobil pintar tersebut ke APBD daerah dan sedangkan biaya yang diberikan di APBN sangat kecil sekali.

Sehingga lal tersebut dirasakan sangat sulit bagi para tutor serta supir armada mobil pintar untuk mengoperasikan mobil tersebut untuk melayani masyarakat. Apalagi untuk ukuran Kalimantan Timur yang memiliki luasan wilayah yang sangat luas, sehingga perlu anggaran dana operasional yang cukup besar. Dengan keterbatasan dana operasional mobl pintar ini maka banyak mobil pintar yang tak mampu membayar tutor dan supir mobil tersebut, walaupun bukanya tidak melayani sama sekali namun jarak jangkau operasional mobil tersebut akhirnya hanya di seputaran kota saja tidak menjangkau hingga ke wilayah pedesaan.

Untuk itu perlu kiranya perhatian khusus untuk semua pihak, khusunya pemerintah daerah yang selama ini merupakan pihak yang dipercaya mengelola keberadaan mobil pintar tersebut.  Karena program Indonesia Pintar itu sendiri merupakan program stimulus yang diberikan pusat ke daerah untuk ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah.

Pembukaan Jambore 1000 PTK-PNF Nasional 2010

Dibuka secara langsung oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kementrian Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Badowi.  Jambore 1000 PTK-PNF tingkat Nasional  resmi dibuka, Rabu 28/06 malam di Gedung Cak Durasin Taman Budaya  Propensi Jawa Timur, Surabaya.  Didampingi oleh Direktur PTK-PNFI, Dr Erman Syamsudin dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Dalam sambutannya Dirjen PMPTK, Prof. Badowi mengatakan bahwa kegiatan Jambore 1000 PTK-PNFI ini memiliki arti penting bagi pendidikan Indonesia dalam arti luas, karena dengan diselenggarakanya Jambore ini  akan menghadirkan kader-kader bangsa yang memiliki kompetensi dan juga berdedikasi pada dunia pendidikan non formal. Sehingga acara ini merupakan kegiatan yang sangat menunjang bagi pengembangan pendidikan non formal. Selain itu pada kesempatan yang sama Prof. Badowi juga mengatakan bahwa. Dengan adanya Jambore ini akan semakin memperkokoh semangat dan kecintaan para penggiatnya terhadap dunia pendidikan non formal, sebab jambore ini akan memberikan kontribusi positif pada model-model pembelajaran baru di dunia pendidikan non formal yang nantinya dapat dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain yang ada di Indonesia.

Dalam pembukaan ini di meriahkan oleh tarian Bedoyo Ujung Galuh dan sendratari  “Cahyaning Majapahit”  yang di suguhkan oleh  Grup tari Taman Budaya Jawa Timur.

Kegiatan Jambore 1000 PTK-PNF ini akan menggelar 3 macam lomba yaitu lomba karya nyata, lomba karya tulis dan lomba olah raga dan seni.  Dihadiri lebih dari 1000 peserta dan official, Jambore diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dari tanggal 28 Juli – 2 Agustus 2010.

Honor Pengajar PAUD Kukar Hanya 75rb/Bulan

TENGGARONG – Meskipun tenaga pengajar di PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) KB (Kelompok Bermain ) Melati tidak memiliki honor tetap namun jumlah lembaga itu masih eksis , Selama ini operasional PAUD KB Melati dan honor pengajarnya hanya mengandalkan dana dari swadaya masyarakat setempat. Akan tetapi, eksistensinya patut diacungi jempol
Seperti KB Melati Kecamatan Sangasanga , yang terletak di RW 02 Gang Keramat Kelurahan Sarijaya. Sejak berdiri pada tahun 2004 lalu, lembaga ini memiliki tiga tenaga pengajar dengan jumlah anak didik sebanyak 35 anak. Para pengajar itu setiap hari melakukan bimbingan belajar secara sukarela pada anak-anak didiknya demi mendukung tercapainya program pemerintah.

Terkait hal tersebut, Penilik PNFI (Pendidikan Nonformal dan Infarmal ) kecamatan Sangasanga Bukhori,S.Pd menjelaskan bahwa eksistensi PAUD KB Melati  selama ini hanya disokong dana masyarakat. Termasuk biaya operasional dan honor tenaga pengajarnya, berasal dari dana partisipasi warga setempat serta bantuan sukarela masyarakat. ”Anggaran operasionalo PAUD KB Melati memang tidak ada, sehingga kami mengandalkan dari swadaya masyarakat setempat. Begitu juga  untuk honor tenaga pengajar yang diterima 75 rupiah inipun tidak diterima setiap bulan “  ujar Bukhori, saat menghadiri acara pelepasan Peserta didik KB.Melati ,di Gedung Pertemuan Kelurahan sarijaya Selasa (15/6 ).

Bukhori menyebutkan, tenaga pengajar PAUD KB itu sangat berperan terhadap eksistensi pendidikan bagi anak-anak di lingkungannya. Selain itu ia juga mengaku kerap mendapat keluhan dari para tutor, terutama masalah biaya operasional untuk setiap kegiatan. Karenanya ia sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk menyediakan anggaran bagi honor tenaga pengajar PAUD dan biaya operasional seperti SD,SLTP dan SMA.

Lebih lanjut Bukhori  mengatakan “ Selama ini pelaksanaan program PAUD hanya mendapatkan dana rintisan  anggaran APBN, namun anggaran ini berakhir setelah satu tahun kegiatan berlangsung. Karena pada tahun selanjtnya anggaran kegiatan tidak lagi di turunkan, sehingga kearifan daerahlah yang di butuhkan “ ujarnya.

Sementara itu Lurah Sarijaya Marianti,SH.melalui Supar ( staf Kelurahan ) mengatakan bahwa dana untuk pendidikan saat ini tidak bisa lagi diusulkan melalui RKA kelurahan ( dana APBD ) tetapi melalui Dinas Pendidikan. Namun dirinya tetap mengupayakan untuk kemajuan setiap program di wilayah Sarijaya ini “ Selama ini anggaran dari pemerintah yang melalui kelurahan  lebih memprioritaskan diluar pendidikan ,karena memang pos untuk pendidikan dilewatkan Dinas Pendidikan.Sehingga saya berharap  pemerintah dapat mengalokasikan dana operasionat untuk Pendidikan anak usia dini “ ujarnya.

Pelaksanaan UN di Loa Kulu Dijaga Ketat

TENGGARONG– Sebanyak 38 Warga Belajar Program Kesetaraan Paket C Setara SMA di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putri Karang Melenu  Kecamatan Loa Kulu hari pertama Selasa (22/6) berjalan lancar.

Ketua Pengelola PKBM Syaiful  mengatakan, tercatat sebanyak 38 orang yang sedang  mengikuti Ujian Nasionalkesetaraan paket C  ini merupakan warga belajar PKBM Putri Karang Melenu kecamatan Loa Kulu yang berasal dari beberapa desa

Data Dinas Pendidikan, Peserta UN Kesetaraan Paket C  Kabupaten Kutai Kartanegara  berjumlah 771 orang. Untuk pelaksanaan di Loa Kulu Syaiful menjamin  pelaksanaan UN akan berlangsung aman dan bersih dari kecurangan, “Kita berupaya agar     pelaksanaan UN di Kecamatan Loa Kulu  bisa berjalan aman dan bersih dari tindak kecurangan. Semoga semuanya bisa berjalan dengan lancar, “ paparnya.

Menurut Syaiful , pihaknya jauh-jauh hari telah membentuk kepanitiaan pelaksanaan UN dengan  melibatkan Pihak Kepolisian Sektor ,Koramil 0906-29 Lao Kulu ,Guru SMA pemerintah Kecamatan dan melibatkan LSM .hal ini dilakukan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kemurnian pelaksaan UN.  “Peserta maupun  guru untuk tidak berbuat kecurangan, sebab selama ini ada imit bahwa pelaksanaan UN kesetaraan terkesan main- main  “ tandasnya.

Lebih jauh Syaiful mengatakan Pelaksanaan UN kesetaraan paket C di kecamatan Loa Kulu kepastian aman dan tidak adanya bocoran soal ujian, mengingat keterlibatan beberapa unsur tadi bekerja secara profesional sesuai dengan bidang masing-masing,Polisisektor menyimpan dan mengamankan naskas soal ujian,Koramil menjaga keamanan selama pelaksanaan,sedangkan LSM sebagai pengawasan independen.” Untuk pengawasan dalam kelas kami melibatkan pegawai kantor camat dan dari guru-guru SMA formal ,sementara LSM yang kami libatkan adalah  LSM Al-Ma’arif.

Berdasarkan pantauan, pelaksanaan UN di Kecamatan Loa Kulu  sangat ketat,dua aparat Koramil  0906-29 disiagakan didepan pintu kelas  untuk melakukan pengamanan. Sementara para siswa dilarang membawa tas , bahkan dilarang membawa telepon celluler ke ruangan kelas

Disdik Kukar Adakan Pelatihan Life Skill

TENGGARONG- Dinas Pendididkan Nasional Kabupaten Kutai Karatnegara  kembali menyelenggarakan Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup ( Life Skill ) pelatihan Multimedia angkatan 2 berlansung Aula PKK Jl Ir.Soekarno  Kecamatan  Muara Jawa (22-24/7),Pelatihan diikuti sebanyak 20 orang , dari  Kecamatan Muara Jawa 10 orang kecamatan samboja 6 orangdan Kecamatan Sangasanga 4 orang terdiri dari  kelompok pemuda madiri dan wakil dinas Instansi  bertempat.Pelatihan sebelumnya  dilaksanakan 26-28 Juli 2010 dengan mengambil tempat di Palnetarium kecamatan Tenggarong kota. Hal itu disampaikan disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Sanggar Kegiatan Belajar ( SKB)  Muara Jawa Drs.AhmadYani Rahim,MM pada acara pembukaan di Kecamatan Muara Jawa  Senin  (26/7).

Menurutnya, pelatihan yang dilaksanakan di Kecamatan Muara Jawa, merupakan angkatan ke 2 sesi ke-2 “Ini merupakan program lanjutan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara  pada tahu  2009 lalu,tanggal 22-24 Kemarin dilaksanakan di Planetarium Tenggarong dan hari ini 26-28 angkatan ke dua di laksanakan di Muara Jawa”

Dijelaskan, keinginan kuat Pemkab (Disdik) tersebut harus diresponi sesuai dengan kemajuan teknologi guna memajukan dan mensejahterakan masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk membangun perekonomian dan kesejahteraan di daerah masing-masing. Pelatihan Multimedia sesi dua tahun  2010 ”  menampilkan  narasumber, Nuzuluddin Budi Wahono (ADE) dari Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia (PTTI) Jakarta ,yang sudah berpengalaman di dunia kewirausahaan.

Sementara itu Camat Muara Jawa Mualimudin,S.sos.MM dalam sambutannya mengharapkan kepada peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sebaik-baiknya ikuti proses –proses yang ada “Pelatihan ini jangan hanya menjadi acara serimunial tetapi dijadikan sebagai borometer dan gali informasi sebanyak-banyaknya sehingga dapat melahirkan wirausahawan yang handal”katanya.

Lebih jauh camat mengatakan ,Kewirausahaan merupakan anugerah alam raya Indonesia bisa dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Masalahnya apa diperlukan mengembangkan jiwa (psikologis)kewirausahan? Kepercayaan diri menjadi modal utama, selain sikap dan kemauan keras menemukan hal baru tanpa resiko. Kewirausahaan menjadikan orang berhasrat besar terhadap sesuatu mandiri secara finansial dan berkontribusi bagi masyarakat, melatih ketrampilam, know-how dan tindakan menghasilkan ide-ide dan inovasi. Kecilnya entrepreneur atau kewirausahaan menjadi keharusan sebagai kunci kemajuan,” ujarnya.

Investasi Itu Ada di Usia Emas

foto : www.koran-jakarta.com

foto : www.koran-jakarta.com

Kasi Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) Diknas Prov Kaltim Drs.Sutikno mengatakan , Anak usia dini bisa diibaratkan dengan tanaman. Tanaman yang terpelihara dengan pupuk terjaga sejak dini akan tumbuh subur, berbuah optimal. Sebagaimana halnya tanaman, anak yang diberi pendidikan dan rangsangan di usia dini akan tumbuh menjadi sosok yang berakhlak dan berkualitas.

Setiap anak – juga tanaman – pada dasarnya memiliki potensi dan kemampuan dan kemampuan masing-masing sejak awal. Potensi dan kemampuan dasar itu tidak akan berkembang maksimal jika dibiarkan tumbuh liar, tanpa sentuhan pendidikan. Sebaliknya, potensi itu akan menjadi mekar dengan pemberian rangsangan sejak dini. Potensi dalam diri akan berkembang optimal yang pada akhirnya menjadi bekal yang terus menyertai perjalanan hidupnya.
Bagaimanapun, potensi, bakat, dan kecerdasan seorang anak tidak akan tumbuh secara maksimal tanpa sentuhan dan rangsangan-rangsangan yang relevan sejak dini. Pembinaan dan pendidikan yang diberikan sejak dini pada akhirnya menjadi investasi bagi dirinya sendiri. Andai semua anak usia dini di Kaltim ini mendapat perlakuan yang sama, maka itu akan menjadi investasi sumber daya manusia di masa mendatang. Sumber daya manusia yang handal menjadi modal amat berharga dalam membangun bangsa.

Pentingnya PAUD

Mengapa pendidikan anak usia dini menjadi penting?  Para ahli mengakui, saat lahir otak bayi sudah memiliki sekitar 100 miliar sel otak (neuron). Jumlah ini mencapai 75 persen dari jumlah sel-sel otak manusia dewasa. Perkembangan otak menjadi sempurna melalui pengalaman dari hari ke hari yang dialami oleh anak.Artinya, seorang anak ketika dilahirkan telah dibekali berbagai potensi genetis. Potensi itu akan berkembang oleh lingkungan yang baik. Dengan demikian, lingkunganlah yang berperan besar dalam pembentukan sikap, kepribadian, dan pengembangan kemampuan anak.
Berbagai penelitian membuktikan, usia dini (0-6 tahun) merupakan periode atau masa keemasan (the golden age) yang sangat menentukan tahap perkembangan anak selanjutnya. Kecerdasan anak mencapai 50 persen pada usia 0 – 4 tahun, sebanyak 80 persen pada usia delapan tahun, dan mencapai 100 persen pada usia 18 tahun.
Ini berarti masa emas seorang anak berada pada usia dini, sebelum berusia 7 tahun. Pada masa emas, kecepatan pertumbuhan otak anak sangat tinggi, mencapai 50 persen dari keseluruhan perkembangan otak anak selama hidupnya. Di masa ini, seorang anak mampu menyerap ide dan pengetahuan jauh lebih kuat daripada orang dewasa.

APK Rendah

Sayangnya, belum semua orangtua menyadari potensi genetis anak di usia dini. Kondisi itu dapat dilihat dari masih rendahnya angka partisipasi kasar (APK) pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kaltim, Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Prov Kaltim mencatat, hingga akhir 2005, jumlak anak usia 0-6 tahun berjumlah 423,182 anak.sedangkan yang baru terlayani pendidikan melalui TK,RA,BA Bina Anaprasa,Kelompok Bermain,Penitipan Anak dan Posyandu teritersi PAUD sebanyak 54,506 anak atau baru sekitar 10 persen jumlah anak usia dini  yang ada di Kaltim ini belum memperoleh layanan pendidikan.
Masih rendahnya APK PAUD, menurut Kasi PAUD Diknas Kaltim ,  antara lain disebabkan masih rendahnya tingkat pemahaman orang tua dan masyarakat akan pentingnya PAUD. Rendahnya pemahaman itu berakibat pada masih rendahnya satuan PAUD yang ada. “Padahal PAUD adalah pendidikan  yang sangat penting untuk membangun dan menumbuhkan potensi anak sejak dini,” tuturnya dalam sosialisasi program PAUD,

sebagai fondasi untuk menanamkan nilai-nilai luhur pada anak dan cinta kepada sesama. Anak yang mengikuti PAUD akan lebih giat mengikuti pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Hal ini berarti juga akan menurunkan angka putus sekolah. “Pada akhirnya akan menurunkan biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh orangtua maupun pemerintah di jenjang pendidikan berikutnya,” katanya.
jika anak dalam usia emas mendapatkan perhatian yang baik, ia akan mampu mewujudkan kesejahteraan di masa yang akan datang. Karena itu Sutikno mengingatkan, “Jangan menunda kebutuhan anak usia dini, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, pelatihan, perlindungan, gizi, dan kesehatannya karena kalau ditunda maka lewatlah masa emas tersebut.”

Mengingat pentingnya PAUD bagi anak usia dini, pemerintah telah menetapkan kebijakan PAUD yang holistik terintegrasi –  meliputi pendidikan, pengasuhan, dan perawatan. Pemerintah telah berketetapan untuk terus berupaya agar seluruh anak usia dini di Kaltim dapat memperoleh layanan PAUD yang makin baik.
Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk mewujudkan impian tersebut. Katanya, “Kebijakan ini hanya akan terwujud apabila didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat.”
Pernyataan itu, tentu saja, tidak berlebihan. Tangan pemerintah melalui Diknas Prov tak cukup mampu menjangkau semua anak usia dini di Kaltim ini dalam waktu yang bersamaan. Mau tidak mau, diperlukan keterlibatan pemerintah daerah sampai di tingkat kelurahan dan desa. Merekalah aparat terdepan yang bisa menjadi agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat betapa pentingnya memberikan layanan PAUD
Apabila layanan PAUD lebih merata dan bermutu bisa direalisasikan, seperti kata Sutikno, “Insya Allah, kita akan memiliki generasi penerus yang handal dan bermoral.” Anak-anak itu akan tumbuh menjadi sumber daya yang amat berharga dalam membangun Kaltim di masa depan.
Sebagaimana halnya tanaman yang terus berbuah sepanjang usia, anak di usia emas yang mendapat rasangan pendidikan sejak dini akan menjadi investasi strategis dan modal dasar pembangunan bangsa di masa mendatang. Dengan demikian, dalam kurun waktu 15 – 20 tahun mendatang, bangsa ini khususnya di Kaltim akan memiliki sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Mereka adalah sumber daya yang akan mendorong percepatan pembagunan Kaltim.

Sosialisasi Pendidikan Anak Usia Dini

foto: Bukhori, S.Pd

Sejumlah warga Kelurahan Sangasanga Muara berkumpul untuk mengikuti Sosialisasi Pendidikan Usia Dini (PAUD), Non Formal dan Informal yang disampaikan oleh Penilik PNFI Kecamatan Sangasanga. Kegiatan tersebut berlangsung di Sangasanga, dan dihadiri oleh Lurah Sangasanga Muara Jumeri,SH ,Kadis Cabang Pendidikan Sangasanga Masran,S.Pd. serta undangan lainnya.

Penilik PNFI Kecamatan Sangasanga Bukhori,S.Pd menjelaskan bahwa Pendidikan bagi anak usia dini sangat penting dilakukan karena pada tahun pertama kehidupannya, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Pada masa itu lanjutnya, otak bayi menghasilkan bertrilyun-trilyun sambungan antara sel otak yang banyaknya melebihi kebutuhan. Sambungan ini akan semakin kuat apabila sering digunakan dan sebaliknya akan semakin lemah apabila jarang atau tidak pernah digunakan.

Demikian pesat dan pentingnya perkembangan yang terjadi pada masa-masa awal kehidupan anak sehingga masa awal ini (0-6 tahun) merupakan masa emas (golden age), Dimana perkembangan fisik, motorik, intelektual, emosional, bahasa dan sosial berlangsung dengan sangat cepat.

“Masa emas ini hanya terjadi satu kali dalam kehidupan manusia dan tidak dapat ditangguhkan pada periode berikutnya, oleh karena itu, harus dipersiapkan dengan cara dibina dan dikembangkan agar berkembang optimal,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, antara lain disebutkan perlunya peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan formal dan non formal. Sementara PAUD merupakan bagian dari penyelenggarakan pendidikan non formal yang diselenggarakan bagi warga masyarakatyang memerlukan layanan pendidikan yang berungsi sebagai pengganti, penambah dan/ atau pelengkap pendidikan formal. Melalui pendirian PAUD (Play Group) diharapkan anak-anak usia dini dapat memiliki kelompok bermain yang terarah dan teratur dan lebih bersifat didikan dini. jelasnya.

Kepala Dinas Cabang Dinas Pendidikan Sangasanga Masran,S.Pd mengatakan, pendidikan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia dan pendidikan itu, berlangsung sepanjang hayat (Long Life Education), yaitu sejak usia dini dan sepanjang kehidupan setiap manusia.

“Pendidikan Non Formal dan PAUD merupakan lembaga yang tergolong baru dan belum begitu memasyarakat dan belum berkembang di kelurahan Sangasanga Muara,sehingga sosialisasi perlu dilakukan baik terhadap calon pengelola,tutor maupun masyarakat pada umumnya,“katanya.

Sementara itu, Lurah Sangasanga Muara Jumeri,SH, menyambut baik dengan upaya yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Penilik PNFI Kecamatan Sangasanga dan Dinas Cabang Pendidikan Sangasanga dan memberi dukukungan secaara moril.

“Insya Allah secepatnya kami akan membantu dalam hal pendataan bagi peserta didik (PAUD) maupun warga belajar (Keaksaraan dan Kesetaraan) Melalui RT, selanjutnya kita adakan pertemuan lagi sekaligus kita bentuk kelembagaannya,sehingga kegiatan ini cepat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat di Kelurahan Sangasanga Muara.”. Pungkasnya.

SKB Kota Bangun Ajari Pemuda Hulu Mahakam Menjadi Teknisi Komputer

“Jangan dikira orang hulu Mahakam buta tehnologi, buktinya kami pun bisa memperbaiki komputer sekarang”, demikian ungkapan salah seorang peserta PelatihanTehnisi Komputer asal Kota Bangun kepada kontributor luarsekolahbisa.com disela-sela Pelatihan Elektronik Teknisi Komputer yang diselenggarakan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bangun bekerjasama dengan
Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia (LPTTI) Jakarta.

Pelatihan teknisi komputer yang diadakan oleh SKB Kota Bangun ini diselenggarakan mulai tanggal 5 – 7 Juli ini diikuti oleh pemuda-pemuda yang berasal dari masing-masing kecamatan yang ada di zona hulu Mahakam, seperti Kota Bangung, Kenohan, Muara Wis, Muara Muntai, Kembang Janggut, dan Tabang. pembukaan pelatihan kali ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang PNFI, PAUD & Kejuruan Dinas Pendidikan Kab. Kutai Kartanegara, H. Bahransyah, SE. M. Si.

Menurut Kepala SKB Kota Bangun, Mapili, S.Pd tujuan dari kegiatan ini selain dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang berwawasan teknologi serta juga untuk mencukupi kebutuhan tenaga teknisi komputer yang saat ini sangat dibutuhkan kebanyakan orang. Sebab menurut Mapili, saat ini warga masyarakat di daerah hulu mahakam juga tidak awan lagi dengan teknologi komputer. “Rata-rata sudah banyak warga yang ada di pehuluan sudah memiliki komputer dirumahnya” ujar Mapili. Hal ini tentunya merupakan peluang sekaligus tantangan bagi SKB yang melingkupi zona hulu untuk mempersiapkan tenaga-tenaga yang memiliki kemampuan dibidan perbaikan komputer, agar kelak warga masyarakat di daerah hulu mahakam tidak perlu lagi jauh-jauh membawa komputernya ke kabupaten kota hanya untuk memperbaiki komputernya yang mengalami kerusakan atau gangguan.

Dalam tiga hari pelaksanaan pelatihan teknisi komputer ini nampak peserta sangat antusias mengikutinya, maklum pelatihan semacam ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar yang selama ini masih kesulitan memperbaiki komputernya. Dan diharapkan setelah pelatihan ini, SKB Kota Bangun juga masih akan membuat program-program pelatihan yang tentunya bermanfaat bagi warga masyarakat dan juga khusunya bagi para pemuda sebagai bentuk kepedulian kepada peningkatan sumber daya manusia di daerah hulu sungai Mahakam.

berita kiriman : Shiek

Tips Menulis

Komunitas Facebookers LSB

Iklan

Link Pendidikan Luar Sekolah

Juga Guru Juga Guru Info Kursus