TENGGARONG – Meskipun tenaga pengajar di PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) KB (Kelompok Bermain ) Melati tidak memiliki honor tetap namun jumlah lembaga itu masih eksis , Selama ini operasional PAUD KB Melati dan honor pengajarnya hanya mengandalkan dana dari swadaya masyarakat setempat. Akan tetapi, eksistensinya patut diacungi jempol
Seperti KB Melati Kecamatan Sangasanga , yang terletak di RW 02 Gang Keramat Kelurahan Sarijaya. Sejak berdiri pada tahun 2004 lalu, lembaga ini memiliki tiga tenaga pengajar dengan jumlah anak didik sebanyak 35 anak. Para pengajar itu setiap hari melakukan bimbingan belajar secara sukarela pada anak-anak didiknya demi mendukung tercapainya program pemerintah.
Terkait hal tersebut, Penilik PNFI (Pendidikan Nonformal dan Infarmal ) kecamatan Sangasanga Bukhori,S.Pd menjelaskan bahwa eksistensi PAUD KB Melati selama ini hanya disokong dana masyarakat. Termasuk biaya operasional dan honor tenaga pengajarnya, berasal dari dana partisipasi warga setempat serta bantuan sukarela masyarakat. ”Anggaran operasionalo PAUD KB Melati memang tidak ada, sehingga kami mengandalkan dari swadaya masyarakat setempat. Begitu juga untuk honor tenaga pengajar yang diterima 75 rupiah inipun tidak diterima setiap bulan “ ujar Bukhori, saat menghadiri acara pelepasan Peserta didik KB.Melati ,di Gedung Pertemuan Kelurahan sarijaya Selasa (15/6 ).
Bukhori menyebutkan, tenaga pengajar PAUD KB itu sangat berperan terhadap eksistensi pendidikan bagi anak-anak di lingkungannya. Selain itu ia juga mengaku kerap mendapat keluhan dari para tutor, terutama masalah biaya operasional untuk setiap kegiatan. Karenanya ia sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk menyediakan anggaran bagi honor tenaga pengajar PAUD dan biaya operasional seperti SD,SLTP dan SMA.
Lebih lanjut Bukhori mengatakan “ Selama ini pelaksanaan program PAUD hanya mendapatkan dana rintisan anggaran APBN, namun anggaran ini berakhir setelah satu tahun kegiatan berlangsung. Karena pada tahun selanjtnya anggaran kegiatan tidak lagi di turunkan, sehingga kearifan daerahlah yang di butuhkan “ ujarnya.
Sementara itu Lurah Sarijaya Marianti,SH.melalui Supar ( staf Kelurahan ) mengatakan bahwa dana untuk pendidikan saat ini tidak bisa lagi diusulkan melalui RKA kelurahan ( dana APBD ) tetapi melalui Dinas Pendidikan. Namun dirinya tetap mengupayakan untuk kemajuan setiap program di wilayah Sarijaya ini “ Selama ini anggaran dari pemerintah yang melalui kelurahan lebih memprioritaskan diluar pendidikan ,karena memang pos untuk pendidikan dilewatkan Dinas Pendidikan.Sehingga saya berharap pemerintah dapat mengalokasikan dana operasionat untuk Pendidikan anak usia dini “ ujarnya.





Kayaknya perlu perhatian dari pemeintah tu…. jangan sampai orang yang rajin berjuang untuk anak-anak kita kurang diperhatikan
harapan kita pemerintah lebih memperhatikan tenaga-tenaga pengajar luar sekolah ini terutama yang dipedesaan, agar kesejahteraannya lebih baik lagi, dimana alokasi dana pendidikan 20% tersebut.. apa ini cermin dunia pendidikan kita. buat teman-teman pengajar PAUD maju terus, jadikan ladang amal demi pendidikan para pemimpin masa depan
Semoga dengan adanya dana bantuan Operasional dari Direktorat Pembinaan PAUD, honor yang tidak layak tdk akan terjadi lagi.!!
Mohon maaf Pembantu saya saja Rp.450rb/bln (tidak lulus SD)
mudah-mudahan ada perhatian pemerintah, khususnya pahlawan2 tutor PAUD, demi kecerdasan anak2 bangsa.lebih sulit mendidik anak2 PAUD dari pada anak SMA,