Filed under Kursus by Rifyanto on May 28, 2011 at 6:08 pm
one comment

Sebagai wujud komitmen Lembaga Kursus terhadap kewajiban membayar pajak, maka pada Sabtu, 28 Mei 2011 HIPKI Kota Samarinda menggelar Workshop Perpajakan dan sekaligus Pelatihan Administrasi untuk Lembaga Kursus bagi anggota-anggotanya. Dihadiri lebih kuran 30an lembaga kursuis yang ada di kota Samarinda, kegiatan workshop perpajakan ini berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh peserta. Hal tersebut disebabkan selama ini Lembaga Kirsus yang ada masih sangat kurang bahkan dikatakan minim pengetahuan tentang pajak, kendati sering bersentuhan langsung dengan hal yang satu ini.
Dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda , Drs. Harimurti .WS, workshop ini langsung digelar dengan pemaparan tentang pasal-pasal perpajakan yang menjadi poin penting bagi wajib pajak, khususnya untuk lembaga pendidikan non formal.
Ada beberapa poin penting terkait wajib pajak, seperti Kesatu, wajib pajak wajib mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP, Kedua, Kewajiban menyetorkan dan melaporkan Pajak Penghasilan Badan dan Ketiga, melakukan pemotongan Pajak Penghasilan.
Untuk diawal wajib pajak diharuskan untuk memiliki NPWP hal tersebut terkadang masih banyak wajib pajak yang menggunakan jasa calo, sebenarnya tidak perlu karena untuk membuat NPWP sangatlah mudah dan tidak dipungut biaya. Cukup melengkapi bebrapa persyaratan berikut:
- Foto Copy Akte Pendirian Lembaga Kursus
- Foto Copy KTP salah satu pengurus aktif
- Surat Keterangan Domisili lembaga yang dikeluarkan minimal oleh kelurahan atau kepala desa
- Surat pernyataan tempat kegiatan usaha dari salah satu pengurus aktif
Yang kemudian persyaratan tersebut di setorkan langsung ke Kantor Pajak setempat.
Sementara itu, untuk pelatihan manajemen keuangan lembaga kursus, yang dipaparkan setelahnya juga memberikan banyak poin penting, diakui selama ini manajemen lembaga kursus masih sangat bersikap tradisional, dimana sebagaian lembaga kursus masih tidak menerapkan manajemen keuangan profesional dalam perhitungan pemasukan dan pengeluaran dalam lembaga kursus, hal tersebut akan menyulitkan bagi lembaga kursus itu sendiri nantinya apabila akan mengambil langkah untuk pengembangan lembaga, sebab akan tidak ada pencatatan secara priodik terhadap keuangan yang ada di lembaga tersebut.
Filed under Kegiatan by Rifyanto on May 22, 2011 at 5:40 pm
2 comments

Dalam rangka pengkatan kompetensi asesor akreditas pendidikan nonformal yang ada di Indonesia, maka pada tanggal 19 s/d 22 Mei 2011, Badan Akreditasi Nasional (BAN) Pendidikan Nonformal menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Asesor Akreditasi Pendidikan Nonformal, di hotel Salak Bogor.
Pelatihan kali ini selain untuk peningkatan kompetensi para asesor juga bertujuan untuk memberikan pembekalan bagi Asesor Muda yang akan menjadi Asesor Madya Akreditasi PNF. Acara dibuka secara langsung oleh Dirjen PAUDNI Hamid Muhammad, Ph.D. Dan dihadiri 100 orang asesor dari seluruh Indonesia.
Ada beberapa catatan yang menjadi perhatian dalam pelatihan kali ini, yaitu :
- Tidak ada lagi sistem tunda dalam proses akreditasi bagi lembaga nonformal , yang mana bila dahulu lembaga pendidikan nonformal yang mengajukan akreditasi ke BAN PNF akan mendapatkan status tunda bagi lembaga nonformalnya yang dianggap belum memenuhi syarat akreditasi, namun saat ini setelah proses assment maka BAN PNF akan menyatakan lembaga yang di assesment Terakreditasi dan Tidak Terakreditasi , dan wajib mengulang kembali dari awal bagi lembaga yang belum terakreditasi.
- Bagi lembaga pendidikan nonformal yang mengajukan proses akreditasi harus diusulkan satu paket, antara akreditasi program pendidikan dan juga akreditasi satuan pendidikanya, sehingga saat ini BAN PNF tidak lagi menerima akreditasi secara parsial dimana sebelumnya lembaga pendidikan nonformal dapat mengajukan hanya program pendidikanya saja dahulu baru lembaganya.
Selain bebrapa catatan di atas para peserta pelatihan juga dibekali beberapa materi lain yaitu antara lain asesor dilatih untuk dapat Merencanakan kegiatan visitasi akreditasi PNF, Melaksanakan kegiatan akreditasi PNF, Menilai hasil akreditasi PNF, membantu melaporkan hasil akreditasi PNF.

- Dari Kiri ke kanan: Rifyanto Bakrie SIP, Kasiyem SP.d, Sri Ningsih S.Pdi, Sugito MPd, Masdudi SP.d, MM.
Dalam pelatihan tersebut Asesor dari Kaltim diwakili 5 orang yaitu Sri Ningsih S.Pdi, Sugito MPd, Masdudi SP.d, Mm. Kasiyem SP.d, Rifyanto Bakrie SIP yang kesemuanya di undang secara langsung oleh BAN PNF.
Dimana masing-masing asesor yang di kirim telah memenuhi beberapa persyarakat untuk menjadi asesor madya sesuai dengan aturan dari BAN PNF yaitu antara lain
- Asesor Muda, Kualifikaso pendidikan S1 dan DIV
- Minimal telah 5 kali melakukan visitasi akreditasi
- Diutamakan yang pernah melakukan desk assesment
- Memiliki portofolio yang relevan
- Asesor tidak bermasalah
Filed under Kursus by Admin Blog on May 19, 2011 at 11:43 pm
5 comments

Untuk lebih mengsingkronkan program kerja pendidikan non formal Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang ada di Kukar, maka Kamis, 19/05 jajaran pengurus DPC. Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) Kutai Kartanegara bersilaturahmi dengan Bidan Pendidikan Non Formal Diknas Kukar. Dalam kesempatan tersebut pengurus HIPKI diterima oleh Kasubid PNFI Disdik Kukar Saipul Anwar.
Pada kesempatan ini HIPKI Kukar memperoleh beberapa informasi program program PNFI pada tahun 2011, antara lain seputar program Blockgrand untuk lembaga kursus, yang mana lembaga-lembaga kursus yang ada di Kukar yang telah berizin dan memiliki Nomor Induk Lembaga (NILEK) berhak menyelenggarakan program pelatihan berbasis masyarakat yang dananya akan dibiayai oleh pemerintah. Program blockgrand tersebut antara lain adalah Pelatihan Kecakapan Hidup (PKH), Kursus Para Profesi (KPP), PKM (Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat), Kursus Keterampilan Kreatif (KKK), Bantuan Operasional – LKP (BOP-LKP). Menurut Saiful, dana Blockgrand ini nantinya ditujukan bagi masyarakat yang belum berkesempatan menempuh pendidikan di jalur formal dan dapat berkesempatan berlatih keterampilan hidup yang nantinya mampu mengangkat daya saing pesertanya dalam hidup mereka.
Namun pada kesempatan yang sama Ketua HIPKI Kukar, Suyono, memberikan masukan pada pihak pemerintah tentang kondisi Rill lembaga kursus di Kukar yang saat ini masih sangat banyak tidak memiliki kesempatan untuk menjalankan program blockgrand tersebut. Hal tersebut dikarenakan beberapa kendala teknis dan non teknis yang dihadapi LKP-LKP yang ada di Kukar.
“Saat ini secara rill, LKP-LKP yang ada di Kukar masih sangat sedikit yang siap menjalankan program blockrand yang diselenggarakan pemerintah. Hal tersebut dikarenakan LKP di Kukar masih memiliki banyak keterbatasan, seperti belum lengkapnya administrasi kelembagaan seperti izin kursus dan NILEK” ujar Suyono. Belum lagi melihat kemampuan sumberdaya manusia dan kesiapan fasilitas yang dimiliki oleh LKP masih sangat terbatas. Sehingga untuk menyelenggarakan program blockgrand tersebut LKP di Kukar akan minim daya serapnya. Sehingga menurut Suyono, Diknas perlu membuat formula yang efektif bagaimana agar LKP-LKP di Kukar tersebut dapat lebih memiliki kemampuan untuk penyelenggaraan blockgrand di tahun-tahun mendatang.
Menurut Indra Gunawan, Sekretaris DPC HIPKI Kukar, saat ini LKP-LKP di Kukar lebih membutuhkan pembinaan dari bawah dibanding sentuhan program dari atas yang sulit untuk direalisaikan karena keterbatasan kemampuan, dengan kata lain program-program pemerintah di Tingkat Kabupaten akan lebih mengena bagi LKP di Kukar, karena akan lebih realistis. “Mungkin alangkah baiknya LKP-LKP di Kukar ini diberikan pelatihan-pelatihan Manajemen Lembaga agar mereka lebih mampu mengelola LKP mereka lebih baik kedepanya serta dibutuhkan pula program bantuan operasional LKP di tingkat Kabupaten yang lebih flesibel cara memperolehnya dibanding program-program dari pusat” papar Indra.
Pada kesempatan tersebut Saiful, berjanji akan mengupayakan agar usulan dari HIPKI tersebut dapat di masukkan pada anggaran tahun 2012 nanti. “Kami segera akan mencari formula yang tepatr untuk pembinaan LKP yang ada di Kukar agar nantinya lebih dapat bersaing, serta untuk usulan tersebut, akan kami upayakan di masukkan pada APBD 2012.
Filed under Kegiatan by Nurda on May 15, 2011 at 10:09 pm
6 comments
Untuk menetukan siapa yang bakal mewakili Kota Bontang dalam Jambore PAUD-NI 2011 tingkat Provensi Kaltim awal bulan Juni 2011, Dinas Pendidikan Kota Bontang pada tanggal 10 s/d 12 Mei menyelenggarakan Jambore PAUD-NI tingkat Kota Bontang.
kegiatan ini selain sebagai ajang mengasah kemampuan para pendidik pendidikan non formal juga dijadikan media untuk unjuk gigi bagi para peserta dalam mengaplikasikan ilmunya di lapangan selama ini. dan tahun ini tidak seperti tahun kemarin ada beberapa cabang lomba di tiadakan dan diganti dengan cabang lomba yang baru dan ada pula cabang lomba yang tetap dilombakan dengan format tahun sebelumnya, seperti pada tahun 2011 ini cabang lomba categori pendidikan anak usia dini lebih mendominasi cabang lomba, di banding pendidikan non formal lainya, maklumlah saat ini pemerintah berkeinginan mengangkat program PAUD sebagai produk unggulan pendidikan non formal.
stelah dilakukan seleksi secara mendalam dalam lomba, maka tim juri memutuskan 12 orang dari masing-masing cabang lomba untuk mewakili Kota Bontang ke Tingkat Provensi nantinya, mereka-mereka adalah :
| NO |
PESERTA |
MATERI LOMBA |
NAMA PEMENANG |
JENIS KARYA |
| 1 |
Guru PAUD |
Penerapan Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini
|
Sitti Khadijah |
|
| 2 |
Pengelola PAUD |
Pengelolaan PAUD Terpadu
|
Nurdaniati |
|
| 3 |
Pengelola PKBM |
Peningkatan Efektifitas Pengelolaan PKBM dalam Rangka Perluasan Akses Layanan Program PAUD NI |
Elok
|
|
| 4 |
Pengelola TBM |
Peran TBM dalam menumbuhkan minat baca dan Menulis pada Masyarakat |
Kusmiati, S.Pd.
|
|
| 5 |
Tutor Keaksaraan |
Penerapan Metode pembelajaran Keaksaraan Usaha Mandiri yang Inovatif |
Darmin, A.Ma.
|
|
| 6 |
Pengelola Kursus |
Inovasi Program Kursus Berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri |
Fatimah
|
|
| 7 |
Pengelola Program PAUD-NI |
Inovasi Pengembangan
Rumah/Motor/Mobil/Perahu Pintar dalam Mewujudkan Indonesia Pintar |
Purwaningsih
|
|
| 8 |
Instruktur Seni Tari |
Pembelajaran Seni Tari Tradisional |
Catur Dewi Kusuma
|
|
| 9 |
PTK PAUD-NI |
Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan untuk Anak Usia Dini |
Wuri Hartanti
|
|
| 10 |
Instruktur Senam |
Pembelajaran Senam Aerobik |
|
|
| 11 |
Instruktur Tata Rias |
Pembelajaran Tata Rias Pengantin Daerah |
Lutfiana
|
|
| 12 |
Instruktur Seni Musik |
Cipta Lagu Anak |
Mulyadi
|
|
Filed under Model Belajar by Dv Yuphita on May 12, 2011 at 10:15 pm
5 comments
Untuk peningkatan mutu dan kuaitas pengajaran dalam kursus tata rias pengantin yang ada di Kalimantan timur, maka pada tanggal 5 s/d 10 Mei 2011 UPTD Pengembangan Kegiatan Belajar (PKB) Provensi Kalimantan Timur, menyelenggarakan Diklat Instruktur Tata Rias Pengantin Se-Kalimantan Timur, yang diselenggarakan di Hotel Grand Sawit Samarinda.
Dalam diklat tersebut UPTD PKB Kaltim mengundang masing-masing dua orang instruktur tata rias pengantin dari masing-masing Kabupaten kota yang ada Di Kalimantan Timur, Diklat dibuka oleh Dra. Hj. Rohana Nurul Aini, Kepala UPTD PKB DIKNAS PROV. Kaltim. Dalam diklat kali ini UPTD PKB memfokuskan pada kemampuan para Instruktur untuk menyusun Silabus dan Rencana Pelaksanaan Belajar (RPP) tata rias pengantin khas Kalimantan Timur. Yang saat ini telah membakukan 7 gaya tata rias pengantin dari masing-masing kabupaten kota. Ketujuh model tata rias ini adalah Gaya Tata Rias Pengantin Balikpapan ( Tuntung Pandang ), Gaya Tata Rias Pengantin Paser – Baju Poko Tengkolos Lengkor Walu ( Aji Putri Petung ), Gaya Tata Rias Pengantin Berau ( Lungsuran Naga ), Gaya Tata Rias Pengantin Bontang ( Melayu Bontang ), Gaya Tata Rias Pengantin Samarinda ( Riak Gempa ), Gaya Tata Rias Pengantin Tarakan ( Anta Kesuma Dan Sina Berarti ), Gaya Tata Rias Pengantin Kutai Kartanegara ( Kutai Anta Kesuma ).
Selain itu peserta juga dibekali beberapa materi lain seperti :
Materi yang disampaikan :
1. MICRO TEACHING , yang disampaikan oleh Ir. Anna Munawarrita
Proses mengajar dalam lingkup kecil berdasarkan pada perencanaan pada silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, yang disampaikan kepada peserta didik dengan melaksanakan teknik praktek pengajaran dan diakhiri dengan evaluasi. Hal- hal yang harus diperhatikan bagi seorang Instruktur Tata Rias Pengantin yang harus diperhatikan dalam Pelaksanaan Praktek Pengajaran adalah :
- Setting kelas dilakukan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran
- Pola interaksi dan komunikasi dilakukan secara efektif
- Waktu digunakan secara efisien
- Penggunaan Metode Pembelajaran, metode yang digunakan sesuai dengan :
- Peserta didik
- Materi yang disampaikan
- Tujuan pembelajaran
Minimal menggunakan 2 jenis metode, contoh metode ceramah dan demo atau tanya jawab.
- Pelaksanaan Langkah-langkah Pembelajaran
- Pembukaan
- Pernyataan tujuan pembelajaran
- Menyampaikan materi
- Evaluasi
- Pemberian tugas
- Menutup pembelajaran
Media atau alat bantu diatur dan digunakan sesuai dengan materi yang disampaikan. Contoh : LCD ( untuk tampilan power point ), model ( untuk demo praktek rias ), Lembar Kerja, dll
- Penilaian yang dilakukan dapat dapat mengukur ketercapaian tujuan, berupa tes atau non tes dan dilakukan dengan prosedur yang benar.
- Contoh : Tes lisan atau tertulis, tes praktek dilembar kerja / model.
- Kerapian dan keserasian cara berpakaian
- Berprilaku santun dan percaya diri
- Memiliki antusiasme
- Memiliki sifat teladan
- Bugar secara fisik
- MOTIVASI DIRI, yang disampaikan oleh Bpk. Abi Baswan Hanafi
Motivasinya agar Instruktur Tata Rias Pengantin dalam proses mengubah pengalaman menjadi pengetahuan dan pemahaman menjelma menjadi kearifan, kemudian kearifan itulah menjadi tindakan. Untuk dapat menjadi seperti itu, maka kita menjadikan forum pembelajaran sebagai suasana yang kwantum dan akseleratif/percepatan. Sekaligus pertemuan diklat dapat dijadikan sebagai alternatif model keinstrukturan dalam melayani peserta didik / warga belajar ,melalui pendekatan ANDRAGOGI.
- PENGAJARAN ANDRAGOGY, oleh Ibu Lilik Eka Hariati, Pimpinan LPK Dian Family
SEORANG PENDIDIK PENDIDIKAN NON FORMAL HARUS MEMILIKI KOMPETENSI UNTUK PENUNJANG
1. Kompetensi Peda gogi dan andra gogi adalah :
- Kemampuan mengelola Pembelajaran yang mencakup pemahaman pada peserta didik (yang terdiri dari anak – anak remaja bahkan orang tua )
- Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran evaluasi hasil belajar dan pengembangan
potensi peserta didik.
2. Kompetensi Kepribadian adalah :
- kemampuan pribadi pendidik yang mencakup kepribadian yang mantap, stabil, dewasa
arif, berwibawa, berakhak mulia, dan dapat menjadi teladan
3. Kompetensi professional adalah :
Kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang dapat
membimbing perserta didik memenuhi standar kompetensi yang di tetapkan
dari standar Nasional Pendidikan
4. Kompetensi Sosial adalah :
Kemampuan Pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi secara
efektif dengan peserta didik, sesama pendidik dan masyarakat sekitar.
- Materi gaya TATA RIAS PENGANTIN KUTAI ANTA KESUMA ( KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA )
Disampaikan oleh Ibu Lilik Eka Hariati, Pimpinan LPK Dian Family
TATA RIAS PENGANTIN KUTAI WANITA KUTAI ANTA KESUMA
A. TATA RIAS WAJAH :
1. Warna foundation dan bedak kuning langsat.
2. Riasan mata untuk kelopak mata :
-Kelopak mata yang bergerak di beri warna jingga.
-Kelopak mata yang tidak bergerak warna kuning ke emasan
-Sudut mata di beri warna coklat gelap samar samar.
-Garis mata eyeliner warna hitam.
3. Alis berwarna hitam di sebut lengkok taji berbentuk bulan
sabit di sekeliling nya diberibrons Emas dengan mengikuti
bentuk alis dan bertemu alis dan bertemu di bagain rambut
pelipis
4. Diantara kedua alis di beri hiasan jenuyang berwarna putih dari
kapur sirih berbentuk getas memanjang kebawah ( bentuk
belah ketupat )
5. Lipstik berwarna merah jinga( warna merah sirih )dan bulu mata
di beri mascara
B. TATA RIAS RAMBUT
- Sanggul tata rias pengantin Anta Kesuma di sebut Gelong Asam sekepeng terbuat dari cemara dengan panjang satu meter
- Tahapan membuat Gelong Asam Sekepeng
Rambut disisir arah atas tanpa sasakan dan di ikat kuat di puncak
kepala,selanjutnya cemara diikatkan pada rambut yang sudah diikat tadi dan disisir rapi cemara dan rambut asli.
- Selanjutnya lipat rambut cemara sepanjang dua jengkal atau kurang lebih 10cm, kemudian ikat rambut yang sudah dilipat rapi sehingga didapatkan sanggul
yang berdiri yang berfungsi sebagai penyangga perhiasan papan sekepeng
- Kemudian ikatan rambut asli disatukan dan di rapikan dengan sanggul tinggi
dengan rajut sedangkan sisanya dibiarkan terurai di belakang lalu sisir dengan rapi cemara yang ter urai tersebut.
- C. PERHIASAN SANGGUL TERDIRI DARI :
a. Mahkota yang di sebut Sekar suhun
b. Papan Sekepeng atau Asam Sekepeng yaitu hiasan berbentuk persegi panjang
yang di letakkan di puncak kepala di beri hiasan melati kuncup
c. Cecunduk yaitu hiasan yang menjuntai dari emas yang di tusukkan di puncak
kedua sisi sekar suhun yang jatuhnya tepat disisi kedua mata.
d. Kerna yaitu hiasan yang melingkar pada telinga dan sisinya di beri melati yang
masih kuncup.
e.Rajutan melati yang disebut kembang mayang sebanyak 7 buah sebagai hiasan
pada sanggul dan cemara yang menjuntai.
f. Buah rambut sebanyak 7 renteng.
- D. TATA BUSANA DAN PERHIASAN
Busana Pengantin wanita terdiri dari :
- Baju Anta Kesuma yaitu baju langan setali ber krah sianghai , tangan pendek dengan panjang 3 jari di atas siku,baju dengan belahan sepanjang 10 cm di bagian depan dan di gunakan peniti emas sebagai kancing .warna kuning polos dan dihiasi dengan taburan sisik emas berbentuk gorda atau burung garuda.
- Tapeh Alang yaitu songket Melayu berwarna merah bermotif pucuk rabung ( tumpal )
c. Tapeh Pasak , yaitu potongan kain memanjang denan lebar kurang lebih 8 cm dan
panjangnya kurang lebih satu kilan di atas mata kaki dengan bentuk ujung meruncing
tiap potongan kain di hiasi renda renda dan lempengan emas berbentuk persegi
empat ,jumlah tapeh pasak 10 helai dan 6 helai di hiasi renda dan 4helai dihiasi renda
dan 4 helai di hiasi lempengan emas dan di susun selang seling.
d. Kelibun yaitu pada bagian belakang baju anta kesuma berwarna kuning keemasan
pending dan sisanyadi hiqasi renda emas serta di hiasi riburibu ( payet ) berbentuk
daun daunan atau ikan ikanan.
- E. Perhiasan Pengantin Wanita
a. Pending yaitu, sabuk emas berbentuk potongan persegi empat yang di satukan.
b. Kuarik yaitu, lima hiasan berbentuk cakra yang di hubungkan dengan benang emas dan di pakaikan pada baju Anta Kesuma.
c. Penjimatan yaitu hiasan tangan wanita bagian atas kanan berwarna merah berhias lempengan emas yang pada jaman dahulu di letakan jimat yang mengandung magis menurut adat.
d. Kalung yang di pakai adalah engkalong naga dua serta engkalong kaseh beranak.
e. Sepasang kelopak udang yaitu hiasan lengan yang di sematkan pada lengan baju.
f. Sepasang tengkang yaitu, les atau ban tangan berwarna merah berhias renda emas terletak di ujung sisi tangan baju Anta Kesuma
g. Sepasang gelang lolak yaitu, gelang persegi yang di letakkan di atas gelang raga raga.
h. Sepasang gelang kelaru yaitu, gelang tabung yang di letakkan di atas gelang lolak.
- F. PERHIASAN BUSANA PENGANTIN PRIA
a. Keris
b. Pending emas
c. Engkalong Simbar ( berbentuk segitiga dan kaku) Engkalong naga
d. Kwarik
e. Sepasang kelopak udang
f. Sepasang gelang lola
g. Sepasang gelang Tembang ragaraga
h. Sepasang gelang lolak
i. Sepasang sepatu ( Fantovel )
- G. CARA MEMAKAI BUSANA PRIA ANTHA KESUMA
a. Pakai baju Anta kesuma
b. Pakai seloar alang/celana
c. Lilitkan tapeh alang dengan terlebih dahulu dilipat hingga didapatkan bentuk runcing (sudut tapeh alang ) pada sisi kiri dan kanan ketatkan dengan tali atau di bentuk dodot
d. Pasang tapeh pasak diatas ikatan tapeh alang atur helai pasak sekeliling pinggang
e. Kemudian lilitkan bebat merah dengan rapi selanjutnya pasang pending emas
f. Pasang kwarik
g. Sisipkan keris di sisi sebelah kiri pending , dengan hiasan kemban kida kida ujung saru sarung keris tampak dari depan dan gagangnya ( tangkai ) disisi kiri samping
h. Sisa kemban kida kida kekepala pending sehingga tampak menjuntai seperti drafferi dan sisanya di biarkan lepas kurang lebih satu jengkal
i. Pasang perhiasan di mulai dengan memasang kelopak udang lalu di timpa ujung bawahnya dengan tengkang
j. Pasang gelang pola lalu gelang lolak dan gelang tambang raga raga
k. Selanjutnya pasang engkalong simbar dan engkalong naga.
l. Terakhir pasang kelibun di bagian belakang.
m. Memasang sepatu
BERIKUT GAYA TATA RIAS PENGANTIN KALTIN DARI MASING-MASING KABUPATEN KOTA YANG ADA DI KALTIM

Gaya Tata Rias Pengantin Kutai Kartanegara ( Kutai Anta Kesuma )

Gaya Tata Rias Pengantin Balikpapan ( Tuntung Pandang )

Gaya Tata Rias Pengantin Berau ( Lungsuran Naga )

Gaya-Tata-Rias-Pengantin-Paser-Baju-Poko-Tengkolos-Lengkor-Walu-Aji-Putri-Petung
Filed under Kesetaraan by Bukhori on May 11, 2011 at 10:54 am
no comments
TENGGARONG- Pendidikan kesetaraan luar sekolah yang dikelola pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) tersebar di 18 kecamatan Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi penopang program wajib belajar sembilan tahun.
Kepala Sub Bidang PNFI Kabupaten Kutai Kartanegara Saipul Anwar Senin,(9/5) saat pertemuan dengan Ketua PKBM se-Kukar bertempat di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Jambentong , mengatakan pendidikan luar sekolah lewat pendidikan kesetaraan paket A (setara SD), paket B(setara SMP) serta paket C (setara SMA) merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan formal.
“Pasal 13 Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional mengatur tiga jalur pendidikan yakni formal (sekolah) ,non formal (luar sekolah) serta informal (dirumah),” ucap Saipul Anwar
Ia mengakui, selama ini peran keberadaan pendidikan non formal dikelola PKBM maupu Sanggar Kegiatan Belajar telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program wajib belajar sembilan tahun di kabupaten Kutai Kartanegara melalui pendidikan kesetaraan paket A,B dan paket C.
Warga belajar yang mengikuti pendidikan kesetaraan, lanjut Saipul, berdasarknya kenyataan saat ini, pesertanya tak mengenal usia, berlatar belakang masyarakat kurang mampu secara ekonomi serta siswa yang pernah sekolah tetapi putus di tengah jalan akibat berbagai persoalan.
“Melalui pendidikan non formal program kesetaraan diharapkan membuka akses warga belajar untuk bisa bersekolah guna mendapatkan ijazah kelulusan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan formal,”ujar Saipul
Ke depan, menurut kepala Subid, program pendidikan kesetaraan harus diakomodasikan dalam rencana strategis sektor pendidikan sehingga perlakuan dan perhatian pemerintah kabupaten tetap sama dengan pendidikan formal.
“Hingga berapa tahun mendatang kehadiran pendidikan kesetaraan se- Kkukar masih sangat dibutuhkan keberadaannya di masyarakat mengingat kondisi wilayah geografis , pelosok kampung/desa yang jauh tak terjangkau dengan pendidikan formal,” harap Saipul.
Ia mengakui, PKBM sebagai salah satu institusi penyelenggara pendidikan non formal akan terus berkomitmen berupaya meningkatkan mutu pendidikan luar sekolah.
“Program pendidikan luar sekolah dikelola PKBM sangat menyentuh kebutuhan warga belajar, ya terutama kalangan pemuda di berbagai Kecamatan dan desa/kelurahan,” kata kepala subid PNFI
Filed under Kursus by Bukhori on May 11, 2011 at 10:17 am
no comments
TENGGARONG- Beberapa hari terakhir, banyak kasus penipuan yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Kaltim Drs.Musarim,MM. Kali ini saranya adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Pendidikan Kursus (LPK ) Modusnya adalah dengan meminta sejumlah uang dengan alasan akan mendapatkan bantuan
Telepon ditujukan kepada Ketua PKBM . calon sasaran dengan memakai nama Kadindik Prov Kaltim. Dalam aksi informasi dari penelpon tersebut menyatakan bahwa Kandindik Kaltim akan berbicara dan akan memberikan bantuan sejumlah uang ini bapaknya mau berbicara.
Selanjutnya Kandindik Provinsi Kaltim Drs.Musarim,MM ( Gadungan Red ) lalu menyampaikan bahwa PKBM saudara akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 200.000.000,- selanjutnya Calon penerima bantuan Dana harus menyetorkan uang kepada penelpon/Kadindik untuk bahan memproses bantuan tersebut dengan jumlah bervariasi.mulai dari Rp.15.000.000 sampai Rp.25.000.000.
Kasubid Pendidikan Non Formal dan Informal ( PNFI) Kukar Saipul Anwar mengatakan, dalam sepekan ini sedikitnya sudah ada 5 PKBM yang melapor kepada kami diantaranya PKBM IKADI Pesisir ,PKBM Bumi Etam,PKBM KH Dewantara ,PKBM Putri Karang Melenu dan PKBM Puspa Wijaya .
Beruntung penipuan yang dilakukan tidak memakan korban. Hanya saja hal tersebut membuat Kami selalu dihubungi kepala PKBM dan menanyakan perihal permintaan sejumlah uang tersebut.
Untuk mengantisipasi penipuan serupa, Saipul Anwar menghimbau yang isinya imbauan agar tidak memberikan uang sepeser pun yang mengatasnamakan oknum atau instansi Dindik Provinsi Kaltim. “Permintaan uangnya dengan jumlah yang variatif. Modus ini sudah lama terjadi ada upaya penipuan ini saat beberapa kepala PKBM datang ke kantor dan menceritakan prihal yang telah dialami . Saya sampaikan bahwa itu tidak benar dan tidak mungkin bantuan itu disampaikan melalui telpon,apalagi yang meminta Kadindik Prov Kaltim ” ujar Saipul Anwar
Lain lagi yang disampaikan oleh ketua PKBM yang tidak ingin disebutkan namanya, dia mengatakan bahwa telah menerima telpon dari nomor 081251980606, katanya Betul ini dengan si Anu…. Ketua PKBM Anu…. Jawabnya ketua tadi betul , Tanya ketua Ada apa ya ? lalu si penelpon mengatakan mohon maaf ini bapak Kadindik Kaltim Bapak Musarim mau bicara, kemudian ketua … anu… menceritakan bahwa Kadindik meninta sejumlah uang Rp 200 juta alasanya ada keperluan …..
Kasubid PNFI meminta kepada seluruh Ketua PKBM dan LPK untuk tidak terpengaruh dengan oknum yang mengatasnamakan kadindik dan meminta meminta sejumlah uang tersebut. “Selain itu jika ada orang yang mengatasnamakan kepala Dinas Pendidikan atau instansinya untuk meminta uang, segera lapor ke polisi. Sehingga pelakunya bisa ditangkap,” ucapnya.
“Kita tau diperaturan setiap dana yang berkaitan dengan lembaga PKBM dan LPK pencairannya melalui pengajuan proposal “. Harapannya jangan sampai ada korban. Alhamdulillah sejauh ini belum ada satu PKBM dan LPK di Kukar yang mentransfer atau memberikan uang kepada pelaku penipuan itu. Kalau laporan dari Ketua PKBM, sudah ada yang masuk ke kita,” pungkasnya.
Filed under PKBM by Bukhori on May 6, 2011 at 5:22 am
no comments
TENGGARONG-Ada kebanggaan tersendiri bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Kutai Kartanegara terutama yang membidangi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) atau Pendidikan Non-Formal Informal (PNFI), karena keikutsertaannya PKBM Putri Karang Melenu Kecamatan Loa Kulu pimpinan Syaiful S.Pd dalam pameran pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Tingkat Propinsi Kalimantan Timur yang berlangsung selama satu pekan di Stadion Sempaja Samarinda
Dikatakan Saipul Anwar, S.Pd selaku ketua PKBM Putri Karang Melenu, keikutsertaan memeriahkan pameran Kaltim Educasi Exspo 2011 berkat dukungan semua pihak. Terutama dari Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara ( Kabid PNFI ). Dan tidak letinggalan didukung oleh Warga Belajar Termasuk ibu-ibu Pengrajin, pemuda, dan Pengurus PKBM Putri Karang Melenu lainnya.
“Pada pameran Kaltim Educasi Exspo itu, kami menampilkan berbagai keberhasilan program kerja PKBM Putri Karang Melenu yang dilakukan selama ini, terutama program pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C, hasil karya para peserta didik dari mulai Songkok khas Kutai Kartanegara ,Pengolahan Limbah Kaca ,Pembuatan Pupuk Non Organik dan karya kerajinan lainnya,” ujar Saipul Anwar.
“Hal yang menggembirakan, karena stan PKBM Putri Karang Melenu dengan petak berukuran 4 x 4 meter dirancang sedemikian rupa itu sempat menarik perhatian para pengunjung hingga mengunjungi, dan sempat berdialog dengan kami,”jelas Saipul Anwar
“Pada pameran kali ini kami sengaja menampilkan produk lokal daerah,ini semua dimaksudkan untuk melestarikan budaya lokal juga contohnya sogkok khas daerah kutai,dan ternyata cukup diminati oleh pengunjung” dan yang menjadi perhatian khusus bagi pengunjung adalah Kompos Buatan ( Pupuk Non Organuk ) dengan bahan baku sampah “ kami juga sudah melakukan pembicaraan dengan Inves Pengembang Kelapa sawit yang berada di Kalimantan Timur ke depan dari pengembang ada keinginan kerja sama dalam bentuk pengadaan Pupuk Non Organik.
”Diharapkan PKBM Putri Karang Melenu bisa ikut andil memajukan kampong dan daerah dimana kami berada. Bisa memberikan yang terbaik dan kedepan lebih maju. Membina warga, ibu-ibu rumah tangga kelompok –kelompok usaha dan pemuda agar bisa lebih kreatif,’’ harap Saipul Anwar.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal Kemendiknas Kutai Kartanegara , H.Bahransyah SE.MSi Melalui Hand Pon menjelaskan, bahwa saat ini keberadaan PKBM Putri Karang Melenu perkembangannya sangat pesat, dan keikut sertaan dalam program pemerintah yang dilakukan cukup banyak diantaranya adalah pemberantasan buta aksara. Pendidikan kesetaraan ,pelatihan kecakapan hidup dan lainnya.” Melalui PKBM inilah nantinya kesenjangan sosial yang ada di masyarakat dapat diminimalisir “ kata Bahransayah.
Menyinggung tentang keberadaan PKBM di Kutai Kartanegara, H.Bahransyah mengatakan,perkembangannya sangat pesat akhir tahun 2010 hanya 3 PKBM dan sampai Akhir April 2011 di Kutai Kartanegara sudah ada 16 PKBM yang memiliki izin operasional dan Nomor Indul Lembaga (Nilem ) “ Idialnya setiap kecmatan satu PKBM “ katanya
Filed under PAUD by Bukhori on May 2, 2011 at 4:15 pm
no comments

Anak anak PAUD sedang mengikuti Lomba Lukis dalam rangka memperingati hardiknas di Sangasanga
SANGASANGA-Kendati diguyur hujan deras, namun tidak menyurutkan masyarakat Sangasanga untuk menghadiri upacara dalam rangkan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2011 . Siswa TK ,SD hingga SMA/SMK ,Guru ,TNI dan POLRI ,Pramuka , IGTKI,HIMPAUDI ,Lurah ,Dinas Instansi ,Tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan tetap hadir untuk mengikuti upacara Senin (2/5) kemarin.
Lantaran kota Sangasanga diguyur hujan sejak dini hari ,upacara yang rencanakan digelar di plataran monument Palagan perjuangan Merah putih Sangasanga gagal dilaksankan dan dialihkan di Gedung Sandisa Jl.Slamet Riadi Sangasanga .Bertindak sebagai pemimpin upacara Hardiknas 2011 adalah camat Sangasanga Abdurahman,SE MM. “Ternyata semangat anak-anak kita masih tinggi. Itu mereka tunjukkan di Hardiknas hari ini ,” ujar Camat Sangasanga.
Peringatan Hardiknas kali ini mengambil tema “ Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa”. Berkaitan dengan tema tersebut Camat Sangasanga Abdurahman,SE MM mengharapkan para pemangku kepentingan pendidikan yang ada di Kecamatan Sangasanga , terutama Kepala Sekolah, dan Guru, harus memberikan perhatiaan dan pendamping lebih besar kepada peserta didik dalam membentuk dan menumbuhkan pola pikir dan perilaku yang berbasis kasih sayang. Peringatan hari pendidikan Nasional 2011 diharapkan tidak hanya sebagai seremoni biasa, tetapi dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata. Mulai tahun ini ajaran tahun 2011/2012, pendidikan berbasis karakter dijadikan sebagai gerakan nasional. Pendidikan berkarakter bangsa itu menyasar semua tingkat pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Perguruan Tinggi, termasuk didalamnya Non formal dan Informal.
Lebih lanjut Camat Sangasanga , mengatakan kebijakan daerah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Program Gerbang Raja dalam meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya adalah bagaimana meningkatkan sarana pendidikan dan tenaga pendidik semaksimal mungkin sehingga pada tahun 2011 semua sarana pendidikan terutama sarana gedung sekolah dapat dituntaskan pembangunannya sehingga anak didik dapat belajar dengan aman, nyaman dan tenang.
Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sangasanga Irianti,S.Pd didampingi Ketua Panitia Sutoyo,S.PdI ,mengatakan peringatan Hardiknas Tahun 2011 di kecamtan Sangasanga selain dilaksanakan upacara juga diadakan berbagai lomba untuk pelajar. “Dan hari ini dilaksanakan perlombakan melukis/mewarnai untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), untuk selanjutnya membaca Naskah Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 dan cerdas cermat mata pelajaran Sains untuk kategori tingkat Sekolah Dasar,” terangnya.
Komentar Terbaru