Geliat Pendidikan Nonformal Diwilayah Perbatasan RI-Malaysia

Kegiatan keterampilan merangkai bunga ibu-ibu di wilayah perbatasan

Inilah bukti nyata bahwa daerah perbatasan Indonesia – Malaysia juga diperhatian oleh Pemerintah RI. Tepatnya pada tanggal 28 Nopember 2011, PKBM Seimanggaris Desa Srinanti Kab. Nunukan meresmikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Peresmian dilakukan secara langsung oleh Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Kab. Nunukan, Ahmad S.Pd.  Kepala BLK Nunukan, Bunargi. Ketua HIMPAUDI Nunukan, Rahayu.

Dalam sambutanya Ahmad mengatakan, dengan diresmikanya TBM di perbatasan ini dapat memberikan penceraan bagi warga di perbatasan yang nota bene sangat jauh dari fasilitas perpustakaan dan pusat informasi. “TBM ini merupakan langkah PKBM Siemanggaris dalam memberikan wawasan pada masyarakat sekitar perbatasan yang selama ini sangat sulit mendapatkan informasi yang update dan bahan bacaan yang dapat memberikan mereka wawasan” ungkap Ahmad.  Dalam kesempatan yang sama PKBM Seimanggaris juga mengadakan acara penutupan kegiatan Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) bagi warga belajar di daerah perbatasan. Menurut Ketua PKBM Seimanggaris, Rusmini Hakim SP, kegiatan pendidikan non formal di wilayah perbatasan memang harus lebih digalakkan menggingat banyak warga masyarakat diperbatasan adalah masyarakat yang termarjinalkan oleh proses pembangunan. “Rata-rata peserta didik kami adalah exs TKI  serta masyarakat ekonomi lemah, dan mereka adalah orang-orang yang sangat terbatas sekali kemampuan skill-nya,  Sehingga semoga dengan diseleggarakanya kegiatan pendidikan non formal di wilayah perbatasan ini akan sangat membantu mereka untuk  meningkatkan  daya saing dan percaya diri mereka” Ujar Rusmini. Rusmini mengharapkan kedepannya pemerintah terus mensupport kegiatan pendidikan non formal di wilayah perbatanan ini.

Desa Srinanti yang secara geografis adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia memang semacam menjadi tempat masukknya tenaga-tenaga eks TKI  ke Indonesia, dikelilingi oleh perkebungan sawit, menjadikan desa Srinanti sangat terpencil pusat kota nunukan, dan hanya bisa di akses melalui jalur sungai.

Kabid PNFI Nunukan, Akhmad membaca beberapa koleksi buku TBM Seimanggaris

Acara penutupan KUM, PKBM Seimanggaris

Berlangganan Berita / Berbagi

Kontributor Berita Suyono

Blogger PNFI tinggal di Muara Kaman Baca 11 Berita Kiriman Suyono
2 Comments Post a Comment
  1. Gading says:

    Memang sudah saatnya pemerintah lebih memperhatikan pendidikan di wilayah perbatasa..yg selama ini minim fasilitas dan juga perhatian… selamat dan sukses deh untuk PKBM Seimanggaris…semoga semakin giat aja mengembangkan pendidikan non formal di wilayah perbatasan

  2. vandil says:

    menjangkau yg tak terlayani….maju trus

Balas Komentar




Tips Menulis

Komunitas Facebookers LSB

Iklan

Link Pendidikan Luar Sekolah

Juga Guru Juga Guru Info Kursus