Untuk peningkatan mutu dan kuaitas pengajaran dalam kursus tata rias pengantin yang ada di Kalimantan timur, maka pada tanggal 5 s/d 10 Mei 2011 UPTD Pengembangan Kegiatan Belajar (PKB) Provensi Kalimantan Timur, menyelenggarakan Diklat Instruktur Tata Rias Pengantin Se-Kalimantan Timur, yang diselenggarakan di Hotel Grand Sawit Samarinda.
Dalam diklat tersebut UPTD PKB Kaltim mengundang masing-masing dua orang instruktur tata rias pengantin dari masing-masing Kabupaten kota yang ada Di Kalimantan Timur, Diklat dibuka oleh Dra. Hj. Rohana Nurul Aini, Kepala UPTD PKB DIKNAS PROV. Kaltim. Dalam diklat kali ini UPTD PKB memfokuskan pada kemampuan para Instruktur untuk menyusun Silabus dan Rencana Pelaksanaan Belajar (RPP) tata rias pengantin khas Kalimantan Timur. Yang saat ini telah membakukan 7 gaya tata rias pengantin dari masing-masing kabupaten kota. Ketujuh model tata rias ini adalah Gaya Tata Rias Pengantin Balikpapan ( Tuntung Pandang ), Gaya Tata Rias Pengantin Paser – Baju Poko Tengkolos Lengkor Walu ( Aji Putri Petung ), Gaya Tata Rias Pengantin Berau ( Lungsuran Naga ), Gaya Tata Rias Pengantin Bontang ( Melayu Bontang ), Gaya Tata Rias Pengantin Samarinda ( Riak Gempa ), Gaya Tata Rias Pengantin Tarakan ( Anta Kesuma Dan Sina Berarti ), Gaya Tata Rias Pengantin Kutai Kartanegara ( Kutai Anta Kesuma ).
Selain itu peserta juga dibekali beberapa materi lain seperti :
Materi yang disampaikan :
1. MICRO TEACHING , yang disampaikan oleh Ir. Anna Munawarrita
Proses mengajar dalam lingkup kecil berdasarkan pada perencanaan pada silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, yang disampaikan kepada peserta didik dengan melaksanakan teknik praktek pengajaran dan diakhiri dengan evaluasi. Hal- hal yang harus diperhatikan bagi seorang Instruktur Tata Rias Pengantin yang harus diperhatikan dalam Pelaksanaan Praktek Pengajaran adalah :
- Pengelolaan kelas :
- Setting kelas dilakukan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran
- Pola interaksi dan komunikasi dilakukan secara efektif
- Waktu digunakan secara efisien
- Penggunaan Metode Pembelajaran, metode yang digunakan sesuai dengan :
- Peserta didik
- Materi yang disampaikan
- Tujuan pembelajaran
Minimal menggunakan 2 jenis metode, contoh metode ceramah dan demo atau tanya jawab.
- Pelaksanaan Langkah-langkah Pembelajaran
- Pembukaan
- Pernyataan tujuan pembelajaran
- Menyampaikan materi
- Evaluasi
- Pemberian tugas
- Menutup pembelajaran
- Penggunaan Media
Media atau alat bantu diatur dan digunakan sesuai dengan materi yang disampaikan. Contoh : LCD ( untuk tampilan power point ), model ( untuk demo praktek rias ), Lembar Kerja, dll
- Evaluasi
- Penilaian yang dilakukan dapat dapat mengukur ketercapaian tujuan, berupa tes atau non tes dan dilakukan dengan prosedur yang benar.
- Contoh : Tes lisan atau tertulis, tes praktek dilembar kerja / model.
- Penampilan
- Kerapian dan keserasian cara berpakaian
- Berprilaku santun dan percaya diri
- Memiliki antusiasme
- Memiliki sifat teladan
- Bugar secara fisik
- MOTIVASI DIRI, yang disampaikan oleh Bpk. Abi Baswan Hanafi
Motivasinya agar Instruktur Tata Rias Pengantin dalam proses mengubah pengalaman menjadi pengetahuan dan pemahaman menjelma menjadi kearifan, kemudian kearifan itulah menjadi tindakan. Untuk dapat menjadi seperti itu, maka kita menjadikan forum pembelajaran sebagai suasana yang kwantum dan akseleratif/percepatan. Sekaligus pertemuan diklat dapat dijadikan sebagai alternatif model keinstrukturan dalam melayani peserta didik / warga belajar ,melalui pendekatan ANDRAGOGI.
- PENGAJARAN ANDRAGOGY, oleh Ibu Lilik Eka Hariati, Pimpinan LPK Dian Family
SEORANG PENDIDIK PENDIDIKAN NON FORMAL HARUS MEMILIKI KOMPETENSI UNTUK PENUNJANG
1. Kompetensi Peda gogi dan andra gogi adalah :
- Kemampuan mengelola Pembelajaran yang mencakup pemahaman pada peserta didik (yang terdiri dari anak – anak remaja bahkan orang tua )
- Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran evaluasi hasil belajar dan pengembangan
potensi peserta didik.
2. Kompetensi Kepribadian adalah :
- kemampuan pribadi pendidik yang mencakup kepribadian yang mantap, stabil, dewasa
arif, berwibawa, berakhak mulia, dan dapat menjadi teladan
3. Kompetensi professional adalah :
Kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang dapat
membimbing perserta didik memenuhi standar kompetensi yang di tetapkan
dari standar Nasional Pendidikan
4. Kompetensi Sosial adalah :
Kemampuan Pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi secara
efektif dengan peserta didik, sesama pendidik dan masyarakat sekitar.
- Materi gaya TATA RIAS PENGANTIN KUTAI ANTA KESUMA ( KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA )
Disampaikan oleh Ibu Lilik Eka Hariati, Pimpinan LPK Dian Family
TATA RIAS PENGANTIN KUTAI WANITA KUTAI ANTA KESUMA
A. TATA RIAS WAJAH :
1. Warna foundation dan bedak kuning langsat.
2. Riasan mata untuk kelopak mata :
-Kelopak mata yang bergerak di beri warna jingga.
-Kelopak mata yang tidak bergerak warna kuning ke emasan
-Sudut mata di beri warna coklat gelap samar samar.
-Garis mata eyeliner warna hitam.
3. Alis berwarna hitam di sebut lengkok taji berbentuk bulan
sabit di sekeliling nya diberibrons Emas dengan mengikuti
bentuk alis dan bertemu alis dan bertemu di bagain rambut
pelipis
4. Diantara kedua alis di beri hiasan jenuyang berwarna putih dari
kapur sirih berbentuk getas memanjang kebawah ( bentuk
belah ketupat )
5. Lipstik berwarna merah jinga( warna merah sirih )dan bulu mata
di beri mascara
B. TATA RIAS RAMBUT
- Sanggul tata rias pengantin Anta Kesuma di sebut Gelong Asam sekepeng terbuat dari cemara dengan panjang satu meter
- Tahapan membuat Gelong Asam Sekepeng
Rambut disisir arah atas tanpa sasakan dan di ikat kuat di puncak
kepala,selanjutnya cemara diikatkan pada rambut yang sudah diikat tadi dan disisir rapi cemara dan rambut asli.
- Selanjutnya lipat rambut cemara sepanjang dua jengkal atau kurang lebih 10cm, kemudian ikat rambut yang sudah dilipat rapi sehingga didapatkan sanggul
yang berdiri yang berfungsi sebagai penyangga perhiasan papan sekepeng
- Kemudian ikatan rambut asli disatukan dan di rapikan dengan sanggul tinggi
dengan rajut sedangkan sisanya dibiarkan terurai di belakang lalu sisir dengan rapi cemara yang ter urai tersebut.
- C. PERHIASAN SANGGUL TERDIRI DARI :
a. Mahkota yang di sebut Sekar suhun
b. Papan Sekepeng atau Asam Sekepeng yaitu hiasan berbentuk persegi panjang
yang di letakkan di puncak kepala di beri hiasan melati kuncup
c. Cecunduk yaitu hiasan yang menjuntai dari emas yang di tusukkan di puncak
kedua sisi sekar suhun yang jatuhnya tepat disisi kedua mata.
d. Kerna yaitu hiasan yang melingkar pada telinga dan sisinya di beri melati yang
masih kuncup.
e.Rajutan melati yang disebut kembang mayang sebanyak 7 buah sebagai hiasan
pada sanggul dan cemara yang menjuntai.
f. Buah rambut sebanyak 7 renteng.
- D. TATA BUSANA DAN PERHIASAN
Busana Pengantin wanita terdiri dari :
- Baju Anta Kesuma yaitu baju langan setali ber krah sianghai , tangan pendek dengan panjang 3 jari di atas siku,baju dengan belahan sepanjang 10 cm di bagian depan dan di gunakan peniti emas sebagai kancing .warna kuning polos dan dihiasi dengan taburan sisik emas berbentuk gorda atau burung garuda.
- Tapeh Alang yaitu songket Melayu berwarna merah bermotif pucuk rabung ( tumpal )
c. Tapeh Pasak , yaitu potongan kain memanjang denan lebar kurang lebih 8 cm dan
panjangnya kurang lebih satu kilan di atas mata kaki dengan bentuk ujung meruncing
tiap potongan kain di hiasi renda renda dan lempengan emas berbentuk persegi
empat ,jumlah tapeh pasak 10 helai dan 6 helai di hiasi renda dan 4helai dihiasi renda
dan 4 helai di hiasi lempengan emas dan di susun selang seling.
d. Kelibun yaitu pada bagian belakang baju anta kesuma berwarna kuning keemasan
pending dan sisanyadi hiqasi renda emas serta di hiasi riburibu ( payet ) berbentuk
daun daunan atau ikan ikanan.
- E. Perhiasan Pengantin Wanita
a. Pending yaitu, sabuk emas berbentuk potongan persegi empat yang di satukan.
b. Kuarik yaitu, lima hiasan berbentuk cakra yang di hubungkan dengan benang emas dan di pakaikan pada baju Anta Kesuma.
c. Penjimatan yaitu hiasan tangan wanita bagian atas kanan berwarna merah berhias lempengan emas yang pada jaman dahulu di letakan jimat yang mengandung magis menurut adat.
d. Kalung yang di pakai adalah engkalong naga dua serta engkalong kaseh beranak.
e. Sepasang kelopak udang yaitu hiasan lengan yang di sematkan pada lengan baju.
f. Sepasang tengkang yaitu, les atau ban tangan berwarna merah berhias renda emas terletak di ujung sisi tangan baju Anta Kesuma
g. Sepasang gelang lolak yaitu, gelang persegi yang di letakkan di atas gelang raga raga.
h. Sepasang gelang kelaru yaitu, gelang tabung yang di letakkan di atas gelang lolak.
- F. PERHIASAN BUSANA PENGANTIN PRIA
a. Keris
b. Pending emas
c. Engkalong Simbar ( berbentuk segitiga dan kaku) Engkalong naga
d. Kwarik
e. Sepasang kelopak udang
f. Sepasang gelang lola
g. Sepasang gelang Tembang ragaraga
h. Sepasang gelang lolak
i. Sepasang sepatu ( Fantovel )
- G. CARA MEMAKAI BUSANA PRIA ANTHA KESUMA
a. Pakai baju Anta kesuma
b. Pakai seloar alang/celana
c. Lilitkan tapeh alang dengan terlebih dahulu dilipat hingga didapatkan bentuk runcing (sudut tapeh alang ) pada sisi kiri dan kanan ketatkan dengan tali atau di bentuk dodot
d. Pasang tapeh pasak diatas ikatan tapeh alang atur helai pasak sekeliling pinggang
e. Kemudian lilitkan bebat merah dengan rapi selanjutnya pasang pending emas
f. Pasang kwarik
g. Sisipkan keris di sisi sebelah kiri pending , dengan hiasan kemban kida kida ujung saru sarung keris tampak dari depan dan gagangnya ( tangkai ) disisi kiri samping
h. Sisa kemban kida kida kekepala pending sehingga tampak menjuntai seperti drafferi dan sisanya di biarkan lepas kurang lebih satu jengkal
i. Pasang perhiasan di mulai dengan memasang kelopak udang lalu di timpa ujung bawahnya dengan tengkang
j. Pasang gelang pola lalu gelang lolak dan gelang tambang raga raga
k. Selanjutnya pasang engkalong simbar dan engkalong naga.
l. Terakhir pasang kelibun di bagian belakang.
m. Memasang sepatu
BERIKUT GAYA TATA RIAS PENGANTIN KALTIN DARI MASING-MASING KABUPATEN KOTA YANG ADA DI KALTIM










Komentar Terbaru