About Suyono
Blogger PNFI tinggal di Muara Kaman
Website:
Suyono has written 11 articles so far, you can find them below.
Filed under PKBM by Suyono on December 5, 2011 at 12:14 am
2 comments

Kegiatan keterampilan merangkai bunga ibu-ibu di wilayah perbatasan
Inilah bukti nyata bahwa daerah perbatasan Indonesia – Malaysia juga diperhatian oleh Pemerintah RI. Tepatnya pada tanggal 28 Nopember 2011, PKBM Seimanggaris Desa Srinanti Kab. Nunukan meresmikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Peresmian dilakukan secara langsung oleh Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Kab. Nunukan, Ahmad S.Pd. Kepala BLK Nunukan, Bunargi. Ketua HIMPAUDI Nunukan, Rahayu.
Dalam sambutanya Ahmad mengatakan, dengan diresmikanya TBM di perbatasan ini dapat memberikan penceraan bagi warga di perbatasan yang nota bene sangat jauh dari fasilitas perpustakaan dan pusat informasi. “TBM ini merupakan langkah PKBM Siemanggaris dalam memberikan wawasan pada masyarakat sekitar perbatasan yang selama ini sangat sulit mendapatkan informasi yang update dan bahan bacaan yang dapat memberikan mereka wawasan” ungkap Ahmad. Dalam kesempatan yang sama PKBM Seimanggaris juga mengadakan acara penutupan kegiatan Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) bagi warga belajar di daerah perbatasan. Menurut Ketua PKBM Seimanggaris, Rusmini Hakim SP, kegiatan pendidikan non formal di wilayah perbatasan memang harus lebih digalakkan menggingat banyak warga masyarakat diperbatasan adalah masyarakat yang termarjinalkan oleh proses pembangunan. “Rata-rata peserta didik kami adalah exs TKI serta masyarakat ekonomi lemah, dan mereka adalah orang-orang yang sangat terbatas sekali kemampuan skill-nya, Sehingga semoga dengan diseleggarakanya kegiatan pendidikan non formal di wilayah perbatasan ini akan sangat membantu mereka untuk meningkatkan daya saing dan percaya diri mereka” Ujar Rusmini. Rusmini mengharapkan kedepannya pemerintah terus mensupport kegiatan pendidikan non formal di wilayah perbatanan ini.
Desa Srinanti yang secara geografis adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia memang semacam menjadi tempat masukknya tenaga-tenaga eks TKI ke Indonesia, dikelilingi oleh perkebungan sawit, menjadikan desa Srinanti sangat terpencil pusat kota nunukan, dan hanya bisa di akses melalui jalur sungai.

Kabid PNFI Nunukan, Akhmad membaca beberapa koleksi buku TBM Seimanggaris

Acara penutupan KUM, PKBM Seimanggaris
Filed under Keaksaraan Fungsional by Suyono on October 31, 2011 at 9:33 pm
no comments
Komitmen pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam pemberantasan buta aksara di Kabupaten terkaya di Kaltim ini semakin terbukti. Dengan program Keaksaraan Fungsional yang di gelar di masing-masing Kecamatan dan desa di Kutai Kartanegara, Salah satunya adalah program keaksaraan fungsional di tahun 2011 ini diselenggarakandi Desa Sidomukti Kecamatan Muara Kaman.
Sebanyak 100 orang warga belajar keaksaraan fungsional yang akan mulai belajar dibuka secara simbolis oleh Kepala SKB Tenggarong, Ida Wahyu Sayekti, S.Pd, M.Pd, dalam pembukaan tersebut juga di hadiri oleh Pimpinan LKP. Darul Ilmi, Suyono, sebagai penyelenggara kegiatan serta Kepala Desa Sidomukti Sumiyarso.
Dalam sambutanya Ida Sayekti mengatakan bahwa pendidikan keaksaraan ini merupakan salah satu program unggulan dari kepemimpinan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widya Sari, yang mana salah satunya adalah pemberantasan buta aksara di Kutai Kartanegara. Sebab menurut catatan di Badan Pusat Statistik pada tahun 2011 ini angka penderita buta aksara di Kukar cukup besar, yaitu sebanyak 18.000 orang. Hal ini menurut Ida Sayekti butuh kerja kerasa bagi semua pihak menyelesaikanya, sebab bila tidak maka angka tersebut tidak akan pernah berkurang atau mungkin bertambah, karena tingginya angka urbanisasi di Kalimantan Timur. “Kegiatan semacam ini harus perlu digalakkan, sebab bila hanya dibebankan ke pemerintah, maka pemerintah punya keterbatasan kemampuan untuk melaksaakanya, sehingga kepedulian masyarakat secara keseluruhan sangat dibutuhkan” Ujar Ida.
Untuk itu menurut Ida, perlu semakin di galakkan disegala pelosok Kukar tutor-tutor keaksaraan yang membuka kelas-kelas pelajaran keaksaraan, sehingga kegiatan semacam ini akan semakin semarank dan akan menekan angka buta aksara di Kukar yang semakin melebar, imbuh Ida.
Pada kesempatan pembelajaran keaksaraan ini peserta didik juga akan dibekali juga dengan beberapa keterampilan dasar yang nantinya menjadi modal berkegiatan dalam kelompok belajar masing-masing dan diharapkan setelah mengikuti keaksaraan dasar ini para peserta dapat mendapatkan SUKMA (Surat Melek Aksara) dan dapat melanjutakan ke program berikutnya yaitu Keaksaraan Wirausaha Mandiri.
Filed under Keaksaraan Fungsional by Suyono on July 29, 2011 at 5:01 am
no comments

Pemparan oleh Team Teknis Direktorat Pendidikan Masyarakat Jakarta
Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara kembali menggelar TOT (Training Of Trainer) Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Non Formal & Informal selama 2 hari di Hotel Litzha Tenggarong, Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memberikan pembekalan bagi para calon Tutor Keaksaraan Fungsional serta Instruktur Kursus dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan Kursus dalam proses pembelajaran pendidikan non formal.
Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Kutai Kartanegara H. Fitriadi S.Sos M.M dalam sambutanya mengatakan kegiatan TOT ini merupakan bentuk nyata dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam upayanya memberantas buta aksara di Kab. Kutai Kartanegara. “Dengan diselengarakannya TOT Pendidik & Tenaga Kependidikan PNFI ini akan semankin mempertajam dan menguatakan SDM bagi tenaga pendidik non formal yang berada dilapangan sebagai ujung tombak pemberantasan Buta aksara di Kab. Kutai Kartanegara”
Sebab menurut Fitri angka buta aksara di Kab. Kutai Kartanegara yang tinggi sekitar 18.552 orang ini membutuhkan penanganan yang serius. Sehingga pembekalan calon tutor adalah langkah awal untuk mencetak Tutor-tutor keaksaraan fungsional lebih banyak lagi. “Dengan mencetak tutor-tutor baru maka ini akan semakin banyak warga belajar KF yang berada di daerah-daerah terpencil terpenuhi” tambah Fitri. Selain itu Fitri juga memaparkan mengapa angka buta aksara di Kukar cukup tinggi, menurut Fitri salah satu penyebabnya adalah adanya kultur budaya warga masyarakat di beberapa daerah pedalaman di Kukar yang masih menganggap pendidikan adalah hal yang tidak penting, sehingga ini memicu tingginya angka buta aksara itu sendiri. “Masih terbiasanya warga masyarakat yang mengandalkan SDA sebagai penopang hidup mereka membuat masyarakat kurang begitu mementingkan peningkatan SDM” ujar Fitri.
Dalam kegiatan kali ini dihadiri oleh sekitar 50 orang dari beberapa kecamatan yang ada di Kab. Kutai Kartanegara, seperti Kec. Kota Bangun, Anggana, Muara Jawa, Muara Kaman dan Tenggarong Seberang. Para calon tutor tersebut setelah dilatih diharapkan dapat mengaplikasikan ilmunya dilapangan yang juga akan disinergikan oleh program-program pemberantasan buta aksara yang ada di Kab. Kutai Kartanegara.
Filed under Kursus by Suyono on July 15, 2011 at 7:36 pm
8 comments
Benar kata orang, “Banyak jalan menuju Roma” demikian pula dengan penipuan, “Banyak Cara untuk Menipu” setelah marak penipuan dengan cara SMS maupun Telpon yang mengatas namakan Kementrian Pendidikan Nasional, kali ini para Penipu kembali menggunakan modus operandi yang lain, yaitu mengirimi surat pemberitahuan bantuan dana hibah (BOP) yang merupakan salah satu program Blockgrand untuk lembaga-lembag aKursus serta PKBM yang ada di Indonesia kepada LKP-LKP yang ada di Indonesia.
Adalah Lembaga Kursus darul Ilmi, di Kec. Muara Kaman Kutai Kartanegara, yg selama ini memang telah tercatat di website www.infokursus.net sebagai salah satu yg memperoleh bantuan Blockgrand 2010 lalu di dikirimin orang tak bertanggung jawab surat bantuan dana Hibah yang mengatasnamakan Kementrian Pendidikan Nasional. Namun setelah teliti punya teliti banyak kejanggalan di surat tersebut.
- Tanda tangan Bapak Wartanto Nampak berbeda dengan tanda tangan asli beliau
- Ada 3 stempel yang sama yang ini tdk pernah terjadi dalam surat-surat resmi (biasanya cukup satu bila itu satu lembaga)
- Beberapa redaksional kata-kata yang digunakan sangat bertele-tele dan terkesan mengada-ada. ( hal ini tak pernah untuk surat resmi yang biasanya to the point)
- Pengaturan layout surat yang serampangan.
Dan masih banyak lagi kejanggalan, apalagi kalau teman-teman mengecek secara langsung ke direktorat pembinaan kursus dam kelembagaan maka akan semakin jelas bahwa surat tersebut adalah surat fiktif dan bermaksud menipu. Jadi untuk LKP-LKP yang mendapatkan surat serupa agar tidak terkecoh apalagi menelpon nomer yang tertera di dalam surat tersebut, karena akan di giring oleh para penipu untuk menyetorkan sejumlah uang untuk kegiatan administrasi pencairan bantuan tersebut. Apalagi LKP saudara tidak pernah merasa membuat proposal bantuan BOP kepada Kementrian Pendidikan Nasional maka dapat dipastikan bahwa surat tersebut adalah penipuan, sebab penerima bantuan BOP adalah LKP yang membuat proposal pengajuan BOP ke Kementrian Pendidikan Nasional dan akan diberitahukan via website www.infokursus.net bagi LKP yang mendapatkanya.
UNTUK MELIHAT CONTOH SURAT PENIPUAN DOWNLOAD DISINI
Filed under Kegiatan by Suyono on June 18, 2011 at 12:56 pm
4 comments

Picture: Pemenang LKN Pengelola PAUD - Pengelolaan PAUD Terpadu
Setelah berjuang selama sehari, akhirnya peserta Jambore PAUDNI 2011 dapat bernafas lega dan ada juga sih yang terlihat kecewa, tapi namanya juga lomba ada yang menang dan ada yang kalah, dan tahun ini masih tak berbeda dengan tahun lalu, Kontingen dari Kota Bontang kembali menjadi Juara Umum dengan perlolehan Juara 1 sebanyak 6 cabang lomba. Sedangkan Kabuapten kota yang lain puas di urutan berikutnya. Menurut ketua Panitia Jambore PAUDNI, bahwa hasil yang ada merupakan hasil murni dan fear dan tidak dapat diganggu gugat, sebab telah di nilai ole juri yang berkompeten dan professional, sehingga tidak ada yang namaya peserta di menangkan.
Berikut ini pemenang-pemenang jambore PAUDNI 2011 dari peringkat 1 s/d 3. Adapun yang akan mewakili Kaltim di jambore tingkat Nasional nanti hanyalah Juara 1 saja.
Masing-masing pemenang berhak memperloleh hadiah Uang pembinaan sebesar: Juara 1 : Rp. 15 Juta, Juara 2: Rp. 10Jt dan Juara III sebesar Rp.5 Jt.
1. LKN Tutor PAUD – Penerapan Pendidikan Karakter
Juara I = Muhammad Askar (Nunukan)
Juara II = Sitti Khadijah (Bontang)
Juara III = Oktaviani Rahmatina (Balikpapan)
2. LKN Pengelola PAUD – Pengelolaan PAUD Terpadu
Juara I = Nurdaniati (Bontang)
Juara II = Slamet (Samarinda)
Juara III = Isnawati (PPU)
3. LKN Pengelola TBM
Juara I = Sri Rahayu (Samarinda)
Juara II = Kusmiati (Bontang)
Juara III = Lilik Suryani (Bulungan)
4. LKN Tutor Keaksaraan
Juara I = Karlonius (Bulungan)
Juara II = Yulianti (Balikpapan)
Juara III = Yuni (Bontang)
5. LKN Pengelola PKBM
Juara I = Ludia (Bulungan)
Juara II = Ngadirin (Samarinda)
Juara III = Heroson (Nunukan)
6. LKTI Pamong Belajar SKB
Juara I = Purwaningsih Larasanti (Samarinda)
Juara II = Marsiyem (Berau)
Juara III = Siti Mubarokah (Balikpapan)
7. LKTI Pengelola Kursus
Juara I = Fatmawati (Bontang)
Juara II = Weno (Balikpapan)
Juara III = Supomo Catur (Samarinda)
8. LKTI Pengelola Program PAUD-NI
Juara I = Dwi (Balikpapan)
Juara II = Darmiah (Nunukan)
Juara III = Purwaningsih (Bontang)
9. LKTI Penilik
Juara I = Bukhari (Kukar)
Juara II = Muhammad Sipi (Balikpapan)
Juara III = Riyadi (Bulungan)
10. Instruktur Seni Tari
Juara I = Catur Dewi Kusuma (Bontang)
Juara II = Kusworo (Nunukan)
Juara III = Alfiana (Samarinda)
11. Instruktur Seni Musik
Juara I = Mulyadi (Bontang)
Juara II = Widagdo (Samarinda)
Juara III = Sugeng (Kutim)
12. Instruktur Tata Rias Pengantin
Juara I = Lutfiana Solichah (Bontang)
Juara II = Isnawati (Samarinda)
Juara III = Deviana Yupita (Paser)
13. PTK PAUD-NI = Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan
Juara I = Wuri Hartanti (Bontang)
Juara II = Arliani (PPU)
Juara III = Bernadeta (Balikpapan)
14. Instruktur Senam Aerobik
Juara I = Haravanti (Kutim)
Juara II = Indah K (Bulungan)
Juara III = PPU
Filed under Aktual by Suyono on February 15, 2011 at 3:45 pm
no comments
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara menyatakan, jumlah buta aksara selama tahun 2010 mencapai 18.550 orang.
Kepala Seksi Pendataan BPS Kukar Imran mengatakan, penyebab tingginya angka buta huruf disebabkan kurangnya akses sekolah, terutama untuk warga yang tinggal di perbatasan, pedalaman dan pesisir.
Menurut Imran, anggaran pemberantasan buta aksara di Kukar, hanya sebesar Rp500 juta, termasuk minimnya tenaga pengajar untuk bertugas di wilayah pedalaman, perbatasan dan Pesisir Kukar. Sehingga dipastikan tidak akan mencukupi untuk menurunkan angka buta huruf di Kukar. Hingga tahun 2010, dana pemberantasan buta huruf yang disediakan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara, hanya sebesar Rp500 juta.
Hal senada disampaikan Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Kukar, H.Bahransyah,SE Msi. Bahransyah mengatakan, penyebab tingginya angka buta huruf disebabkan kurangnya akses sekolah, terutama untuk warga yang tinggal di perbatasan, pedalaman dan pesisir.
Ia mengakui, anggaran sebesar Rp500 juta yang disediakan pemerintah, tidak akan mencukupi untuk menurunkan angka buta huruf di Kukar. Sehingga pihaknya juga telah melaporkan hal ini kepada Bupati Rita Widyasari. Bahransyah menambahkan, pihaknya juga masih terkendala tenaga pengajar untuk bertugas di wilayah pedalaman, perbatasan dan pesisir kukar. karena saat ini hanya tersedia 108 tenaga pengajar. Untuk itu, Ia berharap, PNS guru yang ada di kukar, juga bersedia ditugaskan ke desa-desa, sehingga program pemberantasan buta huruf di kukar bisa ditingkatkan.
Sebagai informasi, tenaga pengajar untuk bertugas di wilayah pedalaman, perbatasan dan pesisir Kukar, saat ini hanya tersedia 108 tenaga pengajar. Sementara selain di Kabupaten Kukar, angka buta huruf di Kota Balikpapan 15 ribu jiwa, Kabupaten paser mencapai 8.752 jiwa, Kota Samarinda 6.997 jiwa, Kabupaten Kutai Barat 5.000 jiwa, kabupaten bulungan 4.358 jiwa, dan Kabupaten Kutai Timur 3.613 jiwa.
Link Berita: www.idcfm.com & idem
Filed under Kursus by Suyono on August 18, 2010 at 12:05 pm
5 comments

foto : Gading Permana
“Bukan jamanya lagi guru mengajar hanya dengan bermodalkan kapur dan papan tulis” demikian di ungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sebulu, Suwarnodalam sambutanya ketika membuka Workshop Membuat Media Pembelajaran Berbasis ITC bagi guru di SMA Negeri 2 Sebulu, Sabtu, (06/10). Menurut Suwarno, kegiatan workshop ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sekolah dalam mempersiapkan tenaga-tenaga guru yang akan mengajar di kelas ekskusif SMA Negeri 2 Sebulu.”Tahun ini kami telah membuka kelas khusus yang mana memiliki kelebihan di banding kelas biasa. Dimana kami menggunakan metode belajar interaktif dan berbasis IT, jadi untuk mengawalinya kami perlu melatih guru-gurunya dahulu” ujar Suwarno.
Workshop Membuat media pembelajaran berbasis ITC ini menggandeng tenaga professional yang ada di wilayah terdekat, yaitu LKP. Darul Ilmi. Dalam hal ini LKP Darul Ilmi sebagai tenaga teknis yang akan membimbing guru-guru menguasai beberapa tehnologi media pembelajaran berbasis ITC. Pada saat workshop ini guru-guru akan menerima pelatihan berupa penguasaan program presentasi seperti Microsoft Power Point, Video editing serta program untuk membuat soal, quiz serta pertanyaan seperti Hot Potatos. Sehingga di harapkan untuk program awal guru-guru akan mampu menguasai media pembelajaran secara interaktif dengan media computer.
Menurut rencana setelah program ini, SMA Negeri 2 Sebulu akan membangun Server Intranet di sekolahmereka, hal ini dilakukan untuk lebih memberikan wawasan kepada pendidik dan peserta didik akan arti pentingnya dunia pendidikan berbasis teknologi informasi dan computer. “ Kedepan kami akan membangun media pembelajaran berbasis web, seperti Moodle, sehingga guru dan murid akan semakin lebih interaktif dan melek teknologi” tambah Suwarno kepala LuarSekolahBisa.Com
Sementara itu Suwarno juga sangat berterima kasih kepada lembaga lembaga kursus yang selama ini banyak membantu terselenggaranya kegiatan ini, karena menurut Suwarno, lembaga kursus merupakan mitra yang tepat untuk dirangkul karena lembaga kursus tentunya lebih terdepan dalam penguasaan program-program komputer terkini. “Kami sangat terbantu dengan adanya lembaga kursus yang menyediakan tenaga-tenaga professional di bidang aplikasi dan program computer, sehingga akan lebih cepat dalam melakukan alih teknologi bila langsung belajar pada ahlinya daripada belajar sendiri.
Filed under Kegiatan by Suyono on July 29, 2010 at 4:53 am
no comments
Dibuka secara langsung oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kementrian Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Badowi. Jambore 1000 PTK-PNF tingkat Nasional resmi dibuka, Rabu 28/06 malam di Gedung Cak Durasin Taman Budaya Propensi Jawa Timur, Surabaya. Didampingi oleh Direktur PTK-PNFI, Dr Erman Syamsudin dan Wakil Gubernur Jawa Timur.
Dalam sambutannya Dirjen PMPTK, Prof. Badowi mengatakan bahwa kegiatan Jambore 1000 PTK-PNFI ini memiliki arti penting bagi pendidikan Indonesia dalam arti luas, karena dengan diselenggarakanya Jambore ini akan menghadirkan kader-kader bangsa yang memiliki kompetensi dan juga berdedikasi pada dunia pendidikan non formal. Sehingga acara ini merupakan kegiatan yang sangat menunjang bagi pengembangan pendidikan non formal. Selain itu pada kesempatan yang sama Prof. Badowi juga mengatakan bahwa. Dengan adanya Jambore ini akan semakin memperkokoh semangat dan kecintaan para penggiatnya terhadap dunia pendidikan non formal, sebab jambore ini akan memberikan kontribusi positif pada model-model pembelajaran baru di dunia pendidikan non formal yang nantinya dapat dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain yang ada di Indonesia.
Dalam pembukaan ini di meriahkan oleh tarian Bedoyo Ujung Galuh dan sendratari “Cahyaning Majapahit” yang di suguhkan oleh Grup tari Taman Budaya Jawa Timur.
Kegiatan Jambore 1000 PTK-PNF ini akan menggelar 3 macam lomba yaitu lomba karya nyata, lomba karya tulis dan lomba olah raga dan seni. Dihadiri lebih dari 1000 peserta dan official, Jambore diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dari tanggal 28 Juli – 2 Agustus 2010.
Filed under Kegiatan by Suyono on June 8, 2010 at 5:10 pm
13 comments

foto : Suyono
Adalah Jambore PTK-PNF tingkat Provensi Kalimantan Timur digelar Selasa, 8 hingga 9 Juni 2010, di Hotel Grand Sawit Samarinda. Jambore yang merupakan ajang uji kompetensi masing-masing tenaga pendidik dan kependidikan non formal yang ada di Kaltim ini diikuti 13 Kabupaten Kota yang ada di Kaltim, yang mana (more…)
Filed under Kegiatan by Suyono on May 4, 2010 at 2:36 am
no comments

foto: Suyono
Untuk mesinerigikan kegiatan-kegiatan Pendidikan Non Formal Informal di Propensi Kalimantan Timur, UPTD. Pengembangan Kegiatan Belajar, Dinas Pendidikan Propensi Kalimantan Timur, tanggal 3 s/d 4 Mei 2010 menggelar Rapat Koordinasi (RAKOR) PNFI.
Dalam Rakor kali ini UPTD PKB mengundang masing-masing Kabid-kasi PNFI Dinas (more…)
Filed under Profil by Suyono on May 1, 2010 at 9:26 am
8 comments

foto: Suyono
Berawal dari sebuah gagasan untuk mengisi kegiatan untuk para pemuda di Desa Sidomukti Kecamatan Muara Kaman, Radio Darul FM lahir. Tepatnya pada tanggal 25 Februari 2009 yang lalu, modalnya pun diperoleh dari urunan para pengurusnya. Awalnya pemancar yang digunakan hanya berkekuatan 25watt, sehingga hanya mencakup 1 desa saja, yaitu desa Sidomukti (more…)
Komentar Terbaru