Diklat Teknis Bagi Penilik PAUDNI Kulidor Kalimantan

BANJARMASIN, Guna memperluas akses dan peningkatan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat  yang lebih baik, Balai Pengembangan Pendidikan nonformal dan Informal (BP-PNFI) regional VI Banjarmasin Menggelar Pendidikan dan Latihan (diklat) Teknis bagi penilik PAUDNI se wilayah kulidor Kalimantan berlangsung  23 s/d 25 April 2012 di Hotel Blue Atlantik Jl,Pangeran Antasari Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Diklat dikuti 50 peserta terdiri, penilik dari Provinsi Kalimantan selatan berjumlah 18 orang ,Kalimantan Tengah 9 orang,Kalimantan Timur 13 orang dan Kalimantan Barat sebanyak 10 orang itu dimaksudkan dapat meningkatkan pengetahuan ,ketrampilan dan sikap Penilik dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan kompetensinya ,serta meningkatkan profesionalisme sebagai penilik PAUDNI.

Kepala Dinas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Dr. Ngadimun  dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Balai Pendidikan Pendidikan Nonformal dan Informal Regional VI Banjarmasin Dr.Samtomengatakan,Penilik sebagai  salah satu tenaga kependidikan di jalur pendidikan nonfarmal merupakan jabatan fungsional yang dimasa akan dating bertindak sebagai penjamin mutu penyelenggaraan program-program pendidikan nonformal yang mempunyai tugas merencanakan,melaksanakan ,menilai,membimbing dan melaporkan penyelenggaraan kegiatan pendidikan nonformal di wilayah kerjanya.

Selanjutnya Ngadimun mengharapkan, Penilik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya  perlu mendapatkan apresiasi  oleh  semua pihak ,karena melalui penghargaan dan apresiasi itu diharapkan mereka akan memiliki kinerja yang tinggi.Salah satu bentuk apresiasi yang dapat diberikan adalah dengan memberikan  kesempatan kepada mereka untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya sehingga mereka dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara baik dan benar “ Dengan memberikan Kesempatan kepada mereka untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya itulah sehingga mereka dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara baik dan benar” tegasnya.

Sementara itu  Ketua Panitia  pelatihan  Achmad Mauluddin,S.Kom , berharap agar para penilik yang mendapatkan kesempatan mengikuti Diklat ini ,hendaknya dapat mengikuti  dengan baik dan nantinya dapat meningkatkan pengetahuan kemampuan dan ketrampilan penilik agar mampu dan dapat meningkatkan kinerjanya secara professional.” Saya minta kepada para peserta dapat mengikuti diklat ini dengan sebaik mungkin “ pinta Achmad Mauluddin.

Sementara itu nara sumber kata Achmad Mauluddin ,selain menghadirkan nara sumber dari Daerah (Disdik Prov Kalsel,Unlam dan BP PNFI Regional VI Banjarmasin ) Juga mengahdirkan Nara sumber dari Pusat  diantaranya Drs Abu Bakar Umar,M.Pd   dan Nasrudin masing –masing dari Direktorat P2TK PAUDNI.

Empat PKBM Ikuti Penataan Lembaga di Banjarmasin

Pemateri dalam Pelatihan Peningkatan Mutu PKBM di Banjarmasin

Guna meningkatkan dan merevitalisasi Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kutai Kartanegara, Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Kukar mengirim empat PKBM di acara Penataan Kelembagaan PKBM di Blue Atlantic Hotel, Banjarmasin.
Kegiatan yang berlangsung 11 hingga 14 April itu, selain menyosialisasikan kebijakan dan program pendidikan masyarakat 2012, juga pelaksanaan penataan kelembagaan PKBM oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemendiknas. Hal ini untuk mewujudkan peningkatan mutu penyelenggaraan program pendidikan masyarakat, membangun jejaring kerja, pendampingan penataan manajemen, dan pengembangan kewirausahaan di PKBM, serta menciptakan jajaring kemitraan dengan dunia usaha.
Ketua Forum PKBM Kukar H Sugito MM, Rabu (10/4) lalu menyatakan, lembaga PKBM yang mewakili Kukar yakni PKBM Puspa Wijaya Tenggarong, PKBM Yapka Tenggarong Seberang, PKBM Putra Kutai Tenggarong, dan PKBM KH Dewantara Sangasanga.
Saat ini di Kukar jumlah PKBM terdapat 22 lembaga yang tersebar di 18 kecamatan. Menurut dia, ke depan diharapkan lembaga PKBM merupakan salah satu lembaga penyelenggara program pendidikan masyarakat, hendaknya makin bertanggung jawab dalam merencanakan dan melaksanakan program. Selain mempersiapkan tenaga pendidik dan kependidikan yang andal, juga memiliki kemampuan dan keterampilan untuk melaksanakan program-program pendidikan masyarakat.
“Dari kegiatan ini nantinya diharapkan yang mewakili PKBM Kutai Kartanegara dapat mempraktikkan dan memberikan ilmunya kepada lembaga PKBM lainnya,” katanya.
Ditambahkan dia, PKBM yang berlangsung di Banjarmasin tersebut diikuti 60 peserta dari koridor Kalimantan yang dibuka oleh Kepala Disdik Provinsi Kalsel Ngadimun

Kursus Komputer Guru di Sangasanga Berakhir

Semua pihak yang mendukung terselenggaranya pelatihan komputer

Pelatihan komputer bagi guru se-Kecamatan Sangasanga sudah dilaksanakan dalam dua tahapan sebanyak 200 orang. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) KH Dewantara Sangasanga bekerjasama dengan PT Indomining dan PT Adimitra Baratama Nusantara.

“SECARA keseluruhan sudah berlangsung sejak 15 Februari hingga 9 Maret lalu, dikelompokkan menjadi empat angkatan. Masing-masing angkatan sebanyak 50 peserta, dengan penjadwalan 25 peserta masuk pukul 13.00 dan 15.00 Wita. Dengan jumlah pertemuan sebanyak 9 kali,” kata Ketua PKBM KH Dewantara Sangasanga Ngateman SPd, Senin (9/4) dalam acara penutupan pelatihan komputer bagi guru se-Sangasanga.

Pelatihan tersebut ditutup oleh Camat Sangasanga melalui Kasubag Pelayanan Umum  Ahmad Syahrani, ditandai pelepasan tanda peserta secara simbolis. Dalam kesempatan itu, Ahmad Syahrani menyambut baik adanya pelatihan penguasaan komputer bagi seluruh guru yang ada di Sangasanga.
“Saya menyambut baik pelatihan ini dan sangat penting bagi guru sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan profesionalisme sebagai insan pendidik dalam mengemban amanah,” katanya.
Menurut dia, guru merupakan unsur utama dalam peningkatan SDM yang memiliki peranan sangat strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Hal ini berarti seorang guru bukan hanya mampu memainkan peranannya sebagai pendidik, tapi guru harus memiliki kompetensi dan menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), salah satunya bisa mengoperasikan komputer dan laptop.
Dijelaskan dia, Pemkab Kukar menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas dalam program pembangunan, baik peningkatan mutu sarana dan prasarana pendidikan maupun peningkatan sumber daya pengelola dan penyelenggara pendidikan, melalui program Gerbang Raja yakni satu guru satu laptop.
“Saya mengajak semua komponen masyarakat, stakeholder pendidikan dan dunia usaha atau perusahaan untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasinya dalam membangun sinergi melalui jaringan kerja yang solid menuju tercapainya tujuan bersama. Yaitu meningkatkan mutu pendidik dan kependidikan dalam hal pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan,” ujarnya.
Dia juga mengucapkan mengapresiasi PKBM KH Dewantara Sangasanga yang telah bekerjasama dengan PT Indomining dan PT Adimitra Baratama Nusantara yang melaksanakan pelatihan komputer tersebut.
Dia optimistis dengan dilaksanakannya pelatihan komputer bagi seluruh guru di Sangasanga itu akan berkontribusi besar terhadap pembinaan dan pengembangan penyelenggaraan pendidikan di Kutai Kartanegara, khususnya di Sangasanga. “Saya berharap kepada semua peserta pelatihan, agar senantiasa mengembangkan ilmu yang telah dimiliki selama mengikuti pelatihan. Dan nantinya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan mutu sumber daya manusia,” katanya.
Hadir dalam penutupan pelatihan komputer itu di antaranya, kapolsek, danramil, para lurah se-Sangasanga, pimpinan PT Indomining dan PT Aditama, sejumlah kepala TK, SD, SMP, SMA dan SMK, serta peserta pelatihan dan undangan lainnya.

18.550 Warga Kukar Buta Aksara, Anggaran Belum Mencukupi

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara menyatakan, jumlah buta aksara selama tahun 2010 mencapai 18.550 orang.

Kepala Seksi Pendataan BPS Kukar Imran mengatakan, penyebab tingginya angka buta huruf disebabkan kurangnya akses sekolah, terutama untuk warga yang tinggal di perbatasan, pedalaman dan pesisir.

Menurut Imran, anggaran pemberantasan buta aksara di Kukar, hanya sebesar Rp500 juta, termasuk minimnya tenaga pengajar untuk bertugas di wilayah pedalaman, perbatasan dan Pesisir Kukar. Sehingga dipastikan tidak akan mencukupi untuk menurunkan angka buta huruf di Kukar. Hingga tahun 2010, dana pemberantasan buta huruf yang disediakan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara, hanya sebesar Rp500 juta.

Hal senada disampaikan Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Kukar, H.Bahransyah,SE Msi. Bahransyah mengatakan, penyebab tingginya angka buta huruf disebabkan kurangnya akses sekolah, terutama untuk warga yang tinggal di perbatasan, pedalaman dan pesisir.

Ia mengakui, anggaran sebesar Rp500 juta yang disediakan pemerintah, tidak akan mencukupi untuk menurunkan angka buta huruf di Kukar. Sehingga pihaknya juga telah melaporkan hal ini kepada Bupati Rita Widyasari. Bahransyah menambahkan, pihaknya juga masih terkendala tenaga pengajar untuk bertugas di wilayah pedalaman, perbatasan dan pesisir kukar. karena saat ini hanya tersedia 108 tenaga pengajar. Untuk itu, Ia berharap, PNS guru yang ada di kukar, juga bersedia ditugaskan ke desa-desa, sehingga program pemberantasan buta huruf di kukar bisa ditingkatkan.

Sebagai informasi, tenaga pengajar untuk bertugas di wilayah pedalaman, perbatasan dan pesisir Kukar, saat ini hanya tersedia 108 tenaga pengajar. Sementara selain di Kabupaten Kukar, angka buta huruf di Kota Balikpapan 15 ribu jiwa, Kabupaten paser mencapai 8.752 jiwa, Kota Samarinda 6.997 jiwa, Kabupaten Kutai Barat 5.000 jiwa, kabupaten bulungan 4.358 jiwa, dan Kabupaten Kutai Timur 3.613 jiwa.

Link Berita: www.idcfm.com & idem

Tips Menulis

Komunitas Facebookers LSB

Iklan

Link Pendidikan Luar Sekolah

Juga Guru Juga Guru Info Kursus