Filed under Kursus by Shiek on September 13, 2011 at 9:27 pm
no comments

Untuk lebih banyak lagi menciptakan tenaga-tenaga terampil, SKB Kota Bangun dari tanggal 12-14 Sep 2011 kembali mengadakan Pelatihan untuk pemuda di Wilayah Kecamatan Kota Bangun dan sekitarnya. Kali ini jenis keterampilan yang diselenggarakan adalah Pelatihan Teknisi Handphone bagi pemuda. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Sekretaris Kecamatan Kota Bangun oleh Bapak Izhar Noor, SE. selain itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas Cabang Kota Bangun, Kepala Desa Kota Bangun Ulu, Ketua MUI Kec. Kota Bangun.

Dalam sambutanya Izhar Noor mengatakan kegiatan Pelatihan Teknisi Handphone ini merupakan wujud kongkrit dari SKB Kota Bangun untuk meningkatkan skill bagi pemuda di Kec. Kota Bangun, sebab keterampilan yang di ajarkan sangat dibutuhkan saat ini. “Pelatihan Teknisi handphone ini sangatlah bermanfaat bagi peserta, sebab sangat berguna bagi bekal hidup bagi para pemuda yang notabene merupakan masyarakat yang berusia produktif” Ujar Izhar. Selain itu Izhar juga mengatakan agar kedepanya SKB Kota Bangun lebih banyak lagi mengembangkan bentuk-bentuk pelatihan yang sangat menyentuh kebutuhan masyarakat luas dan sangat dibutuhkan. “Kami mengharapkan agar SKB Kota Bangun lebih meningkatkan pelatihan pelatihan sejenis yang nantinya menghasilkan output tenaga-tenaga terampil yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas: imbuh Izhar.
Pada pelatihan kali ini SKB Kota Bangun menjaring sekitar 30 Orang pemuda dari beberapa Kecamatan di sekitar Kota Bangun, seperti Kec. Muara Muntai, Kec. Muara Wis, Kec. Kenohan, Kec. Kota Bangun, Kec. Kembang Janggut dan Kec. Tabang yang merupakan wilayah kerja UPTD SKB Kota Bangun (Zona II).

Pelatihan diselengarakan di ruang pelatihan UPTD SKB Kota Bangun yang di latih secara langsung oleh Himawan Hadianto, SE & Kamanjaya dari Lembaga Pendidikan Teknologi Terapan Indonesia (LPTTI) Jakarta, yang merupakan lembaga pendidikan kompeten di bidangnya.
Struktur UPTD SKB Kota Bangun
1. Rusli, S. Pd (Kepala)
2. H.M. Asbiran Iqbal, S. Pd (Pamong Belajar)
3. Ibnu Dair Muljam, A. Ma. Pd (Pamong Belajar)
4. Dra. Norwani (Pamong Belajar)
5. Endang Supriatna, S. Pd (Pamong Belajar)
6. Arsuni (Ka. TU)
7. Sabri, SE (Staff)
8. Wahyudi Fahrin (Staff)
9. Aspian Nur, S. Sos (Staff)
10. M. Heldi, S. Pd (Staff)
11. Bobi Wijaya, S. Pd (Staff)
12. Darma Nursadi (Staff)
13. Niki Etimawa (Staff)
Filed under Kursus by Suyono on July 15, 2011 at 7:36 pm
8 comments
Benar kata orang, “Banyak jalan menuju Roma” demikian pula dengan penipuan, “Banyak Cara untuk Menipu” setelah marak penipuan dengan cara SMS maupun Telpon yang mengatas namakan Kementrian Pendidikan Nasional, kali ini para Penipu kembali menggunakan modus operandi yang lain, yaitu mengirimi surat pemberitahuan bantuan dana hibah (BOP) yang merupakan salah satu program Blockgrand untuk lembaga-lembag aKursus serta PKBM yang ada di Indonesia kepada LKP-LKP yang ada di Indonesia.
Adalah Lembaga Kursus darul Ilmi, di Kec. Muara Kaman Kutai Kartanegara, yg selama ini memang telah tercatat di website www.infokursus.net sebagai salah satu yg memperoleh bantuan Blockgrand 2010 lalu di dikirimin orang tak bertanggung jawab surat bantuan dana Hibah yang mengatasnamakan Kementrian Pendidikan Nasional. Namun setelah teliti punya teliti banyak kejanggalan di surat tersebut.
- Tanda tangan Bapak Wartanto Nampak berbeda dengan tanda tangan asli beliau
- Ada 3 stempel yang sama yang ini tdk pernah terjadi dalam surat-surat resmi (biasanya cukup satu bila itu satu lembaga)
- Beberapa redaksional kata-kata yang digunakan sangat bertele-tele dan terkesan mengada-ada. ( hal ini tak pernah untuk surat resmi yang biasanya to the point)
- Pengaturan layout surat yang serampangan.
Dan masih banyak lagi kejanggalan, apalagi kalau teman-teman mengecek secara langsung ke direktorat pembinaan kursus dam kelembagaan maka akan semakin jelas bahwa surat tersebut adalah surat fiktif dan bermaksud menipu. Jadi untuk LKP-LKP yang mendapatkan surat serupa agar tidak terkecoh apalagi menelpon nomer yang tertera di dalam surat tersebut, karena akan di giring oleh para penipu untuk menyetorkan sejumlah uang untuk kegiatan administrasi pencairan bantuan tersebut. Apalagi LKP saudara tidak pernah merasa membuat proposal bantuan BOP kepada Kementrian Pendidikan Nasional maka dapat dipastikan bahwa surat tersebut adalah penipuan, sebab penerima bantuan BOP adalah LKP yang membuat proposal pengajuan BOP ke Kementrian Pendidikan Nasional dan akan diberitahukan via website www.infokursus.net bagi LKP yang mendapatkanya.
UNTUK MELIHAT CONTOH SURAT PENIPUAN DOWNLOAD DISINI
Filed under Kursus by Rifyanto on May 28, 2011 at 6:08 pm
one comment

Sebagai wujud komitmen Lembaga Kursus terhadap kewajiban membayar pajak, maka pada Sabtu, 28 Mei 2011 HIPKI Kota Samarinda menggelar Workshop Perpajakan dan sekaligus Pelatihan Administrasi untuk Lembaga Kursus bagi anggota-anggotanya. Dihadiri lebih kuran 30an lembaga kursuis yang ada di kota Samarinda, kegiatan workshop perpajakan ini berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh peserta. Hal tersebut disebabkan selama ini Lembaga Kirsus yang ada masih sangat kurang bahkan dikatakan minim pengetahuan tentang pajak, kendati sering bersentuhan langsung dengan hal yang satu ini.
Dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda , Drs. Harimurti .WS, workshop ini langsung digelar dengan pemaparan tentang pasal-pasal perpajakan yang menjadi poin penting bagi wajib pajak, khususnya untuk lembaga pendidikan non formal.
Ada beberapa poin penting terkait wajib pajak, seperti Kesatu, wajib pajak wajib mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP, Kedua, Kewajiban menyetorkan dan melaporkan Pajak Penghasilan Badan dan Ketiga, melakukan pemotongan Pajak Penghasilan.
Untuk diawal wajib pajak diharuskan untuk memiliki NPWP hal tersebut terkadang masih banyak wajib pajak yang menggunakan jasa calo, sebenarnya tidak perlu karena untuk membuat NPWP sangatlah mudah dan tidak dipungut biaya. Cukup melengkapi bebrapa persyaratan berikut:
- Foto Copy Akte Pendirian Lembaga Kursus
- Foto Copy KTP salah satu pengurus aktif
- Surat Keterangan Domisili lembaga yang dikeluarkan minimal oleh kelurahan atau kepala desa
- Surat pernyataan tempat kegiatan usaha dari salah satu pengurus aktif
Yang kemudian persyaratan tersebut di setorkan langsung ke Kantor Pajak setempat.
Sementara itu, untuk pelatihan manajemen keuangan lembaga kursus, yang dipaparkan setelahnya juga memberikan banyak poin penting, diakui selama ini manajemen lembaga kursus masih sangat bersikap tradisional, dimana sebagaian lembaga kursus masih tidak menerapkan manajemen keuangan profesional dalam perhitungan pemasukan dan pengeluaran dalam lembaga kursus, hal tersebut akan menyulitkan bagi lembaga kursus itu sendiri nantinya apabila akan mengambil langkah untuk pengembangan lembaga, sebab akan tidak ada pencatatan secara priodik terhadap keuangan yang ada di lembaga tersebut.
Filed under Kursus by Admin Blog on May 19, 2011 at 11:43 pm
5 comments

Untuk lebih mengsingkronkan program kerja pendidikan non formal Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang ada di Kukar, maka Kamis, 19/05 jajaran pengurus DPC. Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) Kutai Kartanegara bersilaturahmi dengan Bidan Pendidikan Non Formal Diknas Kukar. Dalam kesempatan tersebut pengurus HIPKI diterima oleh Kasubid PNFI Disdik Kukar Saipul Anwar.
Pada kesempatan ini HIPKI Kukar memperoleh beberapa informasi program program PNFI pada tahun 2011, antara lain seputar program Blockgrand untuk lembaga kursus, yang mana lembaga-lembaga kursus yang ada di Kukar yang telah berizin dan memiliki Nomor Induk Lembaga (NILEK) berhak menyelenggarakan program pelatihan berbasis masyarakat yang dananya akan dibiayai oleh pemerintah. Program blockgrand tersebut antara lain adalah Pelatihan Kecakapan Hidup (PKH), Kursus Para Profesi (KPP), PKM (Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat), Kursus Keterampilan Kreatif (KKK), Bantuan Operasional – LKP (BOP-LKP). Menurut Saiful, dana Blockgrand ini nantinya ditujukan bagi masyarakat yang belum berkesempatan menempuh pendidikan di jalur formal dan dapat berkesempatan berlatih keterampilan hidup yang nantinya mampu mengangkat daya saing pesertanya dalam hidup mereka.
Namun pada kesempatan yang sama Ketua HIPKI Kukar, Suyono, memberikan masukan pada pihak pemerintah tentang kondisi Rill lembaga kursus di Kukar yang saat ini masih sangat banyak tidak memiliki kesempatan untuk menjalankan program blockgrand tersebut. Hal tersebut dikarenakan beberapa kendala teknis dan non teknis yang dihadapi LKP-LKP yang ada di Kukar.
“Saat ini secara rill, LKP-LKP yang ada di Kukar masih sangat sedikit yang siap menjalankan program blockrand yang diselenggarakan pemerintah. Hal tersebut dikarenakan LKP di Kukar masih memiliki banyak keterbatasan, seperti belum lengkapnya administrasi kelembagaan seperti izin kursus dan NILEK” ujar Suyono. Belum lagi melihat kemampuan sumberdaya manusia dan kesiapan fasilitas yang dimiliki oleh LKP masih sangat terbatas. Sehingga untuk menyelenggarakan program blockgrand tersebut LKP di Kukar akan minim daya serapnya. Sehingga menurut Suyono, Diknas perlu membuat formula yang efektif bagaimana agar LKP-LKP di Kukar tersebut dapat lebih memiliki kemampuan untuk penyelenggaraan blockgrand di tahun-tahun mendatang.
Menurut Indra Gunawan, Sekretaris DPC HIPKI Kukar, saat ini LKP-LKP di Kukar lebih membutuhkan pembinaan dari bawah dibanding sentuhan program dari atas yang sulit untuk direalisaikan karena keterbatasan kemampuan, dengan kata lain program-program pemerintah di Tingkat Kabupaten akan lebih mengena bagi LKP di Kukar, karena akan lebih realistis. “Mungkin alangkah baiknya LKP-LKP di Kukar ini diberikan pelatihan-pelatihan Manajemen Lembaga agar mereka lebih mampu mengelola LKP mereka lebih baik kedepanya serta dibutuhkan pula program bantuan operasional LKP di tingkat Kabupaten yang lebih flesibel cara memperolehnya dibanding program-program dari pusat” papar Indra.
Pada kesempatan tersebut Saiful, berjanji akan mengupayakan agar usulan dari HIPKI tersebut dapat di masukkan pada anggaran tahun 2012 nanti. “Kami segera akan mencari formula yang tepatr untuk pembinaan LKP yang ada di Kukar agar nantinya lebih dapat bersaing, serta untuk usulan tersebut, akan kami upayakan di masukkan pada APBD 2012.
Filed under Kursus by Bukhori on May 11, 2011 at 10:17 am
no comments
TENGGARONG- Beberapa hari terakhir, banyak kasus penipuan yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Kaltim Drs.Musarim,MM. Kali ini saranya adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Pendidikan Kursus (LPK ) Modusnya adalah dengan meminta sejumlah uang dengan alasan akan mendapatkan bantuan
Telepon ditujukan kepada Ketua PKBM . calon sasaran dengan memakai nama Kadindik Prov Kaltim. Dalam aksi informasi dari penelpon tersebut menyatakan bahwa Kandindik Kaltim akan berbicara dan akan memberikan bantuan sejumlah uang ini bapaknya mau berbicara.
Selanjutnya Kandindik Provinsi Kaltim Drs.Musarim,MM ( Gadungan Red ) lalu menyampaikan bahwa PKBM saudara akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 200.000.000,- selanjutnya Calon penerima bantuan Dana harus menyetorkan uang kepada penelpon/Kadindik untuk bahan memproses bantuan tersebut dengan jumlah bervariasi.mulai dari Rp.15.000.000 sampai Rp.25.000.000.
Kasubid Pendidikan Non Formal dan Informal ( PNFI) Kukar Saipul Anwar mengatakan, dalam sepekan ini sedikitnya sudah ada 5 PKBM yang melapor kepada kami diantaranya PKBM IKADI Pesisir ,PKBM Bumi Etam,PKBM KH Dewantara ,PKBM Putri Karang Melenu dan PKBM Puspa Wijaya .
Beruntung penipuan yang dilakukan tidak memakan korban. Hanya saja hal tersebut membuat Kami selalu dihubungi kepala PKBM dan menanyakan perihal permintaan sejumlah uang tersebut.
Untuk mengantisipasi penipuan serupa, Saipul Anwar menghimbau yang isinya imbauan agar tidak memberikan uang sepeser pun yang mengatasnamakan oknum atau instansi Dindik Provinsi Kaltim. “Permintaan uangnya dengan jumlah yang variatif. Modus ini sudah lama terjadi ada upaya penipuan ini saat beberapa kepala PKBM datang ke kantor dan menceritakan prihal yang telah dialami . Saya sampaikan bahwa itu tidak benar dan tidak mungkin bantuan itu disampaikan melalui telpon,apalagi yang meminta Kadindik Prov Kaltim ” ujar Saipul Anwar
Lain lagi yang disampaikan oleh ketua PKBM yang tidak ingin disebutkan namanya, dia mengatakan bahwa telah menerima telpon dari nomor 081251980606, katanya Betul ini dengan si Anu…. Ketua PKBM Anu…. Jawabnya ketua tadi betul , Tanya ketua Ada apa ya ? lalu si penelpon mengatakan mohon maaf ini bapak Kadindik Kaltim Bapak Musarim mau bicara, kemudian ketua … anu… menceritakan bahwa Kadindik meninta sejumlah uang Rp 200 juta alasanya ada keperluan …..
Kasubid PNFI meminta kepada seluruh Ketua PKBM dan LPK untuk tidak terpengaruh dengan oknum yang mengatasnamakan kadindik dan meminta meminta sejumlah uang tersebut. “Selain itu jika ada orang yang mengatasnamakan kepala Dinas Pendidikan atau instansinya untuk meminta uang, segera lapor ke polisi. Sehingga pelakunya bisa ditangkap,” ucapnya.
“Kita tau diperaturan setiap dana yang berkaitan dengan lembaga PKBM dan LPK pencairannya melalui pengajuan proposal “. Harapannya jangan sampai ada korban. Alhamdulillah sejauh ini belum ada satu PKBM dan LPK di Kukar yang mentransfer atau memberikan uang kepada pelaku penipuan itu. Kalau laporan dari Ketua PKBM, sudah ada yang masuk ke kita,” pungkasnya.
Filed under Kursus by Rifyanto on April 5, 2011 at 5:35 am
no comments
SAMARINDA – Lembaga penyelenggara pendidikan berbasis nonformal, Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Indonesia (HIPKI) Kota Samarinda, berharap keberadaannya disetarakan dengan lembaga pendidikan formal. Hal ini disampaikan dalam silaturahmi lembaga pendidikan nonformal, Senin (4/4) kemarin dengan Wakil Wali Kota H Nusyirwan Ismail yang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Mugni Baharudin di ruang rapat Wakil Wali Kota.Kesetaraan dimaksud khususnya dalam hal fasilitas publikasi semisal periklanan. Untuk lembaga pendidikan formal, biaya periklanan ditiadakan, sementara lembaga nonformal tetap berbayar.
Permohonan itu, menurut Ketua Umum HIPKI Samarinda, Didik Purwanto, tidaklah berlebihan. Mengingat, kelembagaan mereka saat ini berfungsi sebagai salah satu mediator pemerintah dalam memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. Hal itu merupakan wujud dukungan program pengentasan kemiskinan.
Tidak hanya itu. Sebagai bukti keberpihakan lembaga ini kepada masyarakat, menurut Didik, sejauh ini pihaknya bukan hanya berusaha memberi bekal keterampilan, namun berupaya bagaimana lulusannya dapat segera diserap pasar kerja.
”Oleh karena itu, tidak jarang untuk meringankan beban masyarakat, dalam kondisi tertentu kami akan memberikan potongan biaya kursus bahkan menggratiskan,” katanya. Untuk itu, lanjut Didik, guna membantu meringankan beban lembaga pendidikan nonformal, pihaknya memohon keringanan khususnya untuk biaya atau pajak reklame.
Menanggapi permohonan tersebut, Nusyirwan mengatakan sejauh ini penerapan pungutan biaya tersebut sudah diatur dalam perda (peraturan daerah). Termasuk ketentuan berapa besarannya.
”Jadi, untuk membuat suatu keputusan tentu tidak boleh terlepas dari aturan, karena bila tidak, tentu dianggap menyalahi,” ujar Wawali.
Namun demikian, dia berjanji akan mempelajari permohonan tersebut. Terkait fungsi lembaga pelatihan dan kursus ini, Nusyirwan menyebut Pemkot memiliki keterkaitan tugas dengan itu. Dalam penyerapan bursa kerja, selain pendidikan formal, diperlukan pula bekal ketrampilan.
”Dan itu semua tidak bisa semuanya diberikan oleh pemerintah,” tandasnya.
Untuk diketahui, keberadaan lembaga latihan dan kursus yang memiliki izin di Samarinda mencapai 88 lembaga, dengan jumlah peserta latihan per tahunnya mencapai 17 ribu orang. Sementara jumlah kelulusan usia kerja per tahunnya mencapai 8 ribu orang. Dari jumlah tersebut, 4.500 orang di antaranya telah terserap pasar kerja.
Filed under Kursus by Rifyanto on January 25, 2011 at 1:26 pm
3 comments

Pic: Nara Sumber Diskusi Publik HIPKI Kota Samarinda
Untuk meningkatkakan dan membangun sinergi antara Lembaga Kursus dan Keterampilan beserta stageholder lainya, maka Selasa, 25 Januari 2011 HIPKI Kota Samarinda menggelar Diskusi Publik di Ruang Melati Hoyel Mesra Samarinda, yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Harimurti WS, Dinas Tenaga Kerja Samarinda Sugiyanto. Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Pengusaha Properti Subagio MBA, dan Ketua DPC HIPKI Kota Samarinda, Didiek Hariyanto dan bertindak sebagai Host Ketua HISPPI Kaltim Rifyanto Bakri.
Dalam Diskusi Publik ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan LKP yang ada di Kota Samarinda, Organisasi Profesi PNFI yang ada di Samarinda, dan menggangkat tajuk “Peran dan Eksistensi LKP Dalam Membangun Sumberdaya Manusia di Kota Samarinda”
Dalam presentasi yang di sampaikan oleh perwakilan dunia usaha Subagio MBA mengatakan bahwa dunia usaha saat ini masih sangat membutuhkan tenaga-tenaga terampil yang siap kerja di dunia kerja dan menolak anggapan bahwa peluang LKP untuk menualurkan tenaga terampil semakin sulit, karena menurut Subagio pangsa kerja di Samarinda masih sangat luas, tinggal bagaimana LKP-LKP di Samarinda mampu mengkap peluang tersebut.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda Sugiyanto mengatakan bahwa di Samarinda terdapat empat ribuan pengagguran usia produktif dan sejauh ini hanya 2 persen saja yang mampu diserap oleh dunia kerja, menurut Sugiyanto salah satu alasan mengapa sangat sedikit yang terserap karena tenaga kerja di Samarinda masih belum terampil. Inilah yang menjadi peluang LKP-LKP yang ada disamarinda untuk menggarap potensi usia produktif yang belum bekerja tersebut.
Setelah sesi awal Diskusi Publik kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dan dalam sesi Tanya jawab tersebut peserta sangat antusias melontarkan pertanyaan kepada panelis. Salah satunya peserta diskusi yang menggangkat tentang masih dibeda-bedakanya keberadaan Pendidikan Formal dan Non Formal di mata pemerintah, yang mana pemerintah masih sangat sedikit memberikan porsi anggaran daerah kepada program-program pendidikan non formal, hal ini membuat pendidikan non formal menjadi bergerak lambat dalam menjalankan agenda pengembangan SDM dan memenuhi kebutuhan tenaga terampil. “Perlu dikatahui bersama bahwa dalam UU Pendidikan No. 20 Th.2003 tak ada satu pasalpun yang menyatakan bahwa perbedaan perlakuan untuk pendidikan formal dan non formal namun selama ini pemerintah masih sangat kurang perhatian dan keberpihakanya terhadap pendidikan non formal, hal inilah yang membuat penddikan non formal lambat berkembang” ujar salah seorang peserta Ahmad Zain dari HIPKI.
Dalam kesempatan menjawab diberikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Harimurti. Menurut Harimurti selama ini pemerintah tidak pernah membeda-bedakan pendidikan formal dan non formal namun secara kebijakan memang pemerintah harus mengakui bahwa skala prioritas saat ini lebih pada penddikan formal, namun itu tetap tidak mengenyampingkan pendidikan non formal, dalam artian pemerintah dalam hal ini Diknas Kota seringkali membuat program-program yang berkaitan dengan pendidikan non formal, namun karena keterbatasan anggaran yang dimiliki maka pemerintah tidak mampu berbuat banyak untuk itu.
Karena antusiasnya pertanyaan dan jawaban dari nara sumber, Sedianya Diskusi Publik ini berakhir pukul 12.30 Wita, namun sempat berlanjut hingga 13.30 menit. Menurut panitia diharapkan kegiatan ini akan memberikan output yang positif bagi penididikan non formal yang ada di Kota Samarinda dan mensinergikan semua komponen yang ada didalamnya selain Lembaga Kursus, Dinas Pendidikan, Disnaker dan juga Dunia Industri. “Kami akan membuat rekomendasi dari acara ini agar dapat menjadi masukan bagi semua pihak terutama pemerintah untuk kebijakan pendidikan non formal terutama lembaga kursus” Ujar Rifyanto Bakri
Filed under Kursus by Admin Blog on January 14, 2011 at 3:50 am
one comment

Pic. Kepala SKB Tenggarong, Ida Wahyu Sayekti, M.Pd beserta peserta pada saat pembukaan PKH-LKP di LKP. Darul Ilmi Muara Kaman
4 Lembaga Kursus dan Pelatihan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara diawal tahun 2011 ini menyelenggarakan Pelatihan Kecakapan Hidup (PKH-LKP) yang di khususkan untuk pemuda putus sekolah di wilayah LKP yang penyelenggara. 4 LKP yang penyelenggara adalah LKP. Darul Ihsan (Tenggarong), LKP. Jaya Salon (Tenggarong), LKP. Prima Jaya (Tenggarong), LKP. Darul Ilmi (Muara Kaman). Kegiatan PKH-LKP ini merupakan program rutin setipap tahunya yang diselenggarakan LKP-LKP dengan Dinas Pendidikan Propensi Kalimantan Timur yang merupakan salah satu program Blockgrand dari Kementrian Pendidikan Nasional.
Menurut Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tenggarong Ida Wahyu Sayekti, M.Pd kegiatan PKH-LKP ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat pada khususnya pemuda putus sekolah untuk dapat bersaing dalam hidupnya. “Program PKH-LKP ini adalah program yang di khususkan untuk meningkatkan kecakapan hidup “life skill” masyarakat di usia produktif tetapi belum mendapatkan kesempatan berkerja atau usaha mandiri, karena tidak memiliki keterampilan” ujar Ida Sayekti ketika memberikan sambutan pada pembukaan PKH-LKP (11/01) di LKP. Darul Ilmi Kec. Muara Kaman. Selain itu Ida juga mengatakan bahwa program PKH ini diharapkan menghasilkan output yang dapat langsung diserap dunia kerja atau dapat berusaha mandiri, tentunya selain dibekali ilmu teknis, peserta juga akan diberikan peralatan kerja untuk mandiri oleh penyelenggara kegiatan. Ida juga menambahkan bahwasanya kegiatan PKH ini dapat diselenggarakan dibanyak LKP lagi di Kabupaten Kutai Kartanegara, agar lebih banyak pemuda putus sekolah bisa di bina untuk lebih cakap. “Ditahun 2011 ini saya harapkan LKP-LKP yang lain juga bisa menyelenggarakan kegiatan yang sama agar dapat lebih banyak pemuda yang dibekali kecakapan hidup, tentunya dengan mengusulkan proposal ke Dinas pendidikan, baik itu Dinas Pendidikan Kabupaten, Propensi, maupun langsung kepada Kementrian Pendidikan Pusat Jakarta”. Ujar Ida Sayekti. Nantinya menurut Ida proposal yang masuk akan dilakukan seleleksi oleh Tim Verifikasi dan LKP harus kreatif menawarkan jenis Pelatihan yang ditawarkan, sehingga akan sesuai dengan target dan tujuan yang di inginkan oleh pemerintah untuk mengentaskan penggangguran.

Pic. Peserta sedang berlatih
Dalam program PKH-LKP 2010 ini diselenggarakan beberapa jenis keterampilan, seperti Keterampilan kecantikan rambut oleh LKP. Jaya Salon, Keterampilan Teknisi Komputer oleh LKP. Darul Ihsan, Keterampilan Jasa Boga oleh LKP. Prima Jaya, Keterampilan Operator Komputer dan Desain Grafis oleh LKP. Darul Ilmi. Dengan peserta masing-masing 20 orang di setiap LKP penyelenggara.
Dalam kesempatan yang sama Ketua DPC. Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) Kabupaten Kutai Kartanegara, Suyono juga menjelaskan bahwa program PKH-LKP pada tahun ini mengapa hanya diselenggarakan di 4 lembaga kursus, sebab menurut Suyono, untuk LKP di Kabupaten Kutai Kartanegara sebelumnya sempat mengalami kendala mengajukan program-program Blockgrand karena belum memiliki ijin operasional lembaga sehingga tak dapat mengusulkan. “Ijin Lembaga Kursus di Kutai Kartanegara baru keluar pada bulan Nopember 2010, atau bertepatan dengan penutupan pengajuan program blockgrand dari pemerintah, sehingga hal ini menyulitkan pihak LKP untuk melengkapi persyaratan administrasi persyaratan program secara cepat” ujar Suyono. Diharapkan di tahun 2011 seluruh LKP yang ada di Kukar agar segera mengurus kelengkapan administrasi lembaganya agar nanti sekitar bulan Maret 2011 mudah mengajukan proposal blockgrand ke pemerintah. “Ditahun ini LKP yang ada dikukar diharapkan segera mengurus ijin operasional lembaga kursus dan juga kelengkapan lainya agar mudah dalam pengajuan program blockgrand ke pemrintah” ungkap Suyono. Sebab menurutnya juga peluang blockrand masih sangat terbuka luas untuk daerah Kutai Kartanegara yang selama ini belum pernah disentuh program-program blockgrand, baik itu KWK, KWD, PKH, BOP dan program lainya.
“Untuk program blockgrand tahun 2011 yang masih sangat minim daya serapnya adalah (Kursus Kewirausahaan Desa) KWD, untuk itu teman-teman LKP di daerah agar lebih pro aktif dan kreatif merancang program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan di daerah mereka masing-masing” tambah Suyono.
Filed under Kursus by Bukhori on October 26, 2010 at 2:07 pm
one comment

Foto: Buhori
Unit Pelaksana Teknis daerah (UPTD) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Muara Jaewa menyelenggarakan Kursus Wirausaha Desa (KWD) Kerajinan Sabut Kelapa Terpadu di Workshop Kerajinan Sabut Kelapa Binaan Koperasi Bina Bersama Kecamatan Samboja Jl.Sungai Raden Kelurahan Handil Baru Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai kartanegara Kegiatan dilaksanakan Senin (25/10) . Peserta Kursus Wirausaha Desa Kerajinan Sabut Kelapa diikuti oleh 10 Peserta dimana seluruh peserta berasal dari Kelurahan Handil baru .
Pada pembukaan Kursus Kerajinan Sabut Kelapa tersebut dihadiri oleh Kepala UPTD SKB Muara Jawa , Lurah Handil Baru, Penilik PLS Pamong Belajar dan Tutor KF. Dalam Pembukaannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara Drs.H.M Hardi MM yang disampaikan Kepala Bidang PNFI,PAUD dan Kejuruan H.Bahransyah,SE.M.Si. menyampaikan bahwa Kursus Kewirausaan Desa ini merupakan upaya nyata untuk melatih dan mendidik warga masyarakat yang ada di pedesaan maupun di perkotaan untuk memberikan pengetahuan dan menguasai ketrampilan Fungional proktis ,yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja dan membuka lapangan kerja Baiak disektor Formal maupun Informal,usaha mandiri maupun wirausaha sesuai dengan kondisi didesanya masing-masing yang terkait dengan mata pencaharian.
Bahransyah mengingatkan, peserta harus bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan tersebut dan harapannya para peserta memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk menambah penghasilan , banyak peluang untuk memulai usaha. Namun ketika memperoleh peluang, jangan gunakan peluang tersebut untuk diri sendiri melainkan juga dimungkinkan untuk orang lain.
Dijelaskannya, ketika sebuah usaha sudah dimulai pada akhirnya nanti akan menemui sebuah kompetisi dengan pelaku usaha lainnya. Namun jangan sampai dalam kompetisi tersebut kemudian putus asa. melalui program KWD ini peserta juga dapat belajar untuk menyelesaikan masalah. “ Ketika dalam berwirausaha tersebut menemukan masalah, mereka dapat menghadapi dan menyelesaikannya. Selain itu mereka akan belajar perencanaan, berkomitmen serta bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu pelaksanaan KWD Khurotin,S.Pd menuturkan Kursus dilaksanakan sebanyak 32 jpl berlangsung selama tiga bulan dengan jadwal satu minggu tiga kali sementara itu pemberi materi pemateri berasal dari Koperasi Bina Bersama dan Pengusaha Kerajinan Sabut Kecamatan Muara Samboja .Terlihat sekali peserta bersungguh-sungguh mengikuti KWD tersebut, beberapa jenis kerajinan yang dihasilkan adalah “serapul ” “pintalan serabut” “ Cocodas/media tanam “ dan “Virgin Cocomet Oil ( VCO )” untuk bahan dasar Cosmetik dan obat.
Untuk produk serabut kelapa sementara ini prospeknya cukup baik tetapi Sampai saat ini kami hanya melayani mermintaan dari perusahaan minyak Total ,karena alat produksi yang ada hanya satu Unit dengan hasil produksi rata-rata 100 ton ” memang pernah ada pengusaha dari Balikpapan memerlukan serabut dalam satu bulannya 1000 ton “ tandas Khurotin.
Semua pihak berharap Pemerintah dapat mengupayakan alat Produksi tambahan sehingga dapat memenuhi kebutuhan serabut kelapa.minimal 5 unit lagi.
Filed under Kursus by Admin Blog on October 9, 2010 at 4:11 am
one comment

Picture: Suyono
Komitmen Kementrian Pendidikan Nasional untuk meningkatkan mutu lembaga kursus di seluruh Indonesia terus bergulir, melalui Pelatihan Manajemen Kursus yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Propensi Kalimantan Timur yang diselenggarakan 5 hari, diikuti utusan-utusan lembaga kursus seluruh Kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Timur.
Dihadiri sekitar 40 lembaga kursus di Kalimantan Timur, pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Simpatik Balikpapan ini di selenggarkan mulai tanggal 8 s/d 12 Oktober 2010. Sedangkan lembaga kursus yang hadir antara lain, lembaga kursus computer, bahasa inggris, tatarias pengantin, salon, dan mengemudi. Menurut panitia penyelenggara Dra. Eda Rusdiani, dengan diselenggarakanya Pelatihan Manajemen Kursus ini diharapkan lembaga-lembaga kursus yang ada di Kaltim lebih mampu bersaing dengan lembaga-lembaga kursus dari luar daerah yang saat ini semakin menjamur di Kaltim dengan program waralabanya. “Karena saat ini iklim persaingan semakin tinggi antar jasa kursus, maka kami ingin lembaga-lembaga kursus di Kaltim juga mampu bersaing dengan lembaga kursus yang ada di pulau jawa yang saat ini sudah masuk ke daerah-daerah dengan dengan cara waralaba” ujar Rusdiani.
Dalam sesi awal pelatihan disampaikan oleh pemateri Drs. M. Zein menguraikan seputar bagaimana lembaga kursus mengembangkan manajemen lembaga kursus mereka dan ada tiga pilar yang mendasari kokohnya sebuah manajemen kursus, yaitu: 1) Manajemen yang selalu terus belajar seumur hidupnya (Long Life Education) maksudnya lembaga yang tak mampu belajar dan melakukan inovasi dalam pelayanan jasanya pastinya akan kalah dalam persaingan. 2) Manajemen yang bekerja seumur hidup (Long Life Occupation) maksudnya pendidikan merupakan kebutuhan orang selamanya dan merupakan bisnis yang tidak akan pernah mati selama masih adanya manusia, tandanya dengan manajemen yang selalu menyatakan bahwa akan selalu hidup selamanya akan menjadi motivasi terbesar bagi pengelola lembaga kursus tersebut. 3) Manajemen yang dilakukan dengan Cinta (Long Life In Love) manajemen yang dikelola dengan rasa cinta akan terasa ringan dan menyenangkan dan selain itu akan membuat si pengguna jasa akan merasakan efek empatik sebuah manajemen tersebut.
Materi Unduh di sini
Filed under Kursus by Bukhori on September 21, 2010 at 10:55 am
2 comments

Foto: Buhori
Tenggarong, Pendidikan Non Formal dan Informal (Luar Sekolah) merupakan jembatan antara pendidikan dan dunia kerja ,dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan ,kesejahteraan dan ketrampilan masyarakat ,maka diperlukan program sacara berencana dan teratur dimikian disampiakan Kepala Dinas Pendidikan Kutai Kaertanegara Drs.H.M Hardi,MM. yang dibacakan Kepala UPTD – SKB Muara Jawa Drs.Ahmad Yani Rahim,MM didepan peserta pada pembukaan sekaligus memberi pengarahan kepada 40 orang peserta Pelatihan Bordir Batik Kaltim & Salon Kecantikan di ruang Gedung PKK Kantora Camat Muara Jawa Jl.Ir.Soekarno Senin ( 20/9 ).
Pelatihan Bordir Batik Kaltim (BBK) & Salon Kecantikan diikuti 40 orang dari lima kecamatan wiyah kerja UPTD-SKB Muara Jawa terdiri dari kecamatan Samboja,Muara Jawa Sangasanga Anggana Muara Badak dan Kecamatan Marang Kayu , diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara yang digaungi oleh bidang Pendidikan Non formal dan informal bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan Bunda Pertiwi Jakarta, pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini, dimaksudkan untuk meningkatkan mutu keterampilan bagi masyarakat dalam upaya menjadikan wirausahaan yang unggul .
“Saya sangat bergembira bahwa pada hari ini pelatihan Bordir batik Kaltin & Salon Kecantikan tingkat lanjutan dapat dilaksanakan terutama kepada Bunda Shita Wardhani sebagai Intruktur pada pelatihan ini ” ungkap Hardi. Selanjutnya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud dari pada dunia pendidikan kita,untuk dapat memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab bersama untuk mengantisipasi berbagai perubahan yang telah kita hadapi pada jaman globalisasi.
Sementara itu Camat Muara Jawa Mualimudin,S.sos.MM dalam sambutannya mengatakan dalam meningkatkan keterampilan harus dimulai dari hati yang bersih dan niat untuk dapat menghasilkan suatu karya yang baik. niat yang tulus untuk mau belajar dan menghasilkan sesuatu itu dimulai dari hati, karena dari hati kita akan mampu membasmi rasa malas, rasa bosan dan berbagai alasan lain yang menyebabkan terhalangnya kemampuan untuk terus maju dan menjadi seseorang yang terampil.
Pelatihan ini salah satu usaha Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara untuk meningkatkan keterampilan kerja dibidang jahit – menjahit khususnya belajar membordir dan salon kecantikan . Jika kita memiliki ketrampilan yang bagus,peluang untuk menjadi seorang wirausahaan yang bermutu akan tercapai,ungkap Mualimuddin . Semoga pelatiha-pelatihan semacam ini akan diadkan terus-menerus, sehingga kita dapat menhasilkan bangsa yang kreatif dan terampil, tandasnya
Filed under Kursus by Dv Yuphita on August 27, 2010 at 12:47 pm
one comment

foto : Deviana Yupita (Ditampilkan pada Jambore 1000 PTK-PNF 2010, Surabaya)
Sejak zaman dahulu, Tata Rias Pengantin merupakan simbol kebanggaan seseorang yang akan memulai kehidupan berumah tangga. Pernikahan adalah bagian yang normal dalam suatu kehidupan dan merupakan pertautan dalam dua keluarga besar. Pernikahan selalu identik dengan Tata Rias Pengantin dan serangkaian upacara adatnya. Salah satu langkah positif yang ditempuh adalah membina dan memelihara kelestarian warisan budaya yang ada di Kabupaten Paser.
Pada kesempatan ini penulis ingin menguraikan tentang budaya Tata Rias Pengantin (TRP) Paser Baju Tengkolos Lengkor Walu yang merupakan aset seni budaya masyarakat Kabupaten Paser.
Untuk menampilkan hasil yang sempurna maka Tata Rias Pengantin (TRP) Baju Poko Tengkolos Lengkor Walu menggunakan asesoris (perhiasan) yang tidak meninggalkan nilai-nilai warisan budaya masyarakat Kabupaten Paser.
Oleh karena itu para masyarakat yang ingin menjadi perias pengantin perlu mendalami teknik pemakaian asesoris pengantin itu sendiri.
Berdasarkan hal tersebut maka karya ini akan membahas secara khusus tentang cara memakai asesoris Tata Rias Pengantin (TRP) Paser “Baju Poko Tengkolos Lengkor Walu”.
Untuk Lengkapnya Cara Penggunaan dan Asesories yang digunakan Download Disini
Filed under Kursus by Suyono on August 18, 2010 at 12:05 pm
5 comments

foto : Gading Permana
“Bukan jamanya lagi guru mengajar hanya dengan bermodalkan kapur dan papan tulis” demikian di ungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sebulu, Suwarnodalam sambutanya ketika membuka Workshop Membuat Media Pembelajaran Berbasis ITC bagi guru di SMA Negeri 2 Sebulu, Sabtu, (06/10). Menurut Suwarno, kegiatan workshop ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sekolah dalam mempersiapkan tenaga-tenaga guru yang akan mengajar di kelas ekskusif SMA Negeri 2 Sebulu.”Tahun ini kami telah membuka kelas khusus yang mana memiliki kelebihan di banding kelas biasa. Dimana kami menggunakan metode belajar interaktif dan berbasis IT, jadi untuk mengawalinya kami perlu melatih guru-gurunya dahulu” ujar Suwarno.
Workshop Membuat media pembelajaran berbasis ITC ini menggandeng tenaga professional yang ada di wilayah terdekat, yaitu LKP. Darul Ilmi. Dalam hal ini LKP Darul Ilmi sebagai tenaga teknis yang akan membimbing guru-guru menguasai beberapa tehnologi media pembelajaran berbasis ITC. Pada saat workshop ini guru-guru akan menerima pelatihan berupa penguasaan program presentasi seperti Microsoft Power Point, Video editing serta program untuk membuat soal, quiz serta pertanyaan seperti Hot Potatos. Sehingga di harapkan untuk program awal guru-guru akan mampu menguasai media pembelajaran secara interaktif dengan media computer.
Menurut rencana setelah program ini, SMA Negeri 2 Sebulu akan membangun Server Intranet di sekolahmereka, hal ini dilakukan untuk lebih memberikan wawasan kepada pendidik dan peserta didik akan arti pentingnya dunia pendidikan berbasis teknologi informasi dan computer. “ Kedepan kami akan membangun media pembelajaran berbasis web, seperti Moodle, sehingga guru dan murid akan semakin lebih interaktif dan melek teknologi” tambah Suwarno kepala LuarSekolahBisa.Com
Sementara itu Suwarno juga sangat berterima kasih kepada lembaga lembaga kursus yang selama ini banyak membantu terselenggaranya kegiatan ini, karena menurut Suwarno, lembaga kursus merupakan mitra yang tepat untuk dirangkul karena lembaga kursus tentunya lebih terdepan dalam penguasaan program-program komputer terkini. “Kami sangat terbantu dengan adanya lembaga kursus yang menyediakan tenaga-tenaga professional di bidang aplikasi dan program computer, sehingga akan lebih cepat dalam melakukan alih teknologi bila langsung belajar pada ahlinya daripada belajar sendiri.
Komentar Terbaru