30 Tutor PAUD Ikuti Diklat Peningkatan Mutu

TENGGARONG – Diklat Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) program peningkatan mutu PTK-PNF, diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kaltim selama lima  hari, sejak 24 – 28 Oktober 2011. Diklat tersebut diikuti oleh para Tutor Pendidik Anak Usia Dini sebanyak 30 orang. Adapun peserta berasal dari satuan pendidikan anak usia dini dalam wilayah kerja UPT-SKB Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara melipti Kecamatan Samboja, Muara Jawa dan Sangasanga.
Diklat yang berlangsung di aula Hotel Bintang Jl.A.Yani Kecamatan Muara Jawa dibuka Kadisbud Kaltim H Musyahrim, dengan 30 peserta terdiri dari berbagai lembaga PAUD. Menurut Kadisbud Kaltim melalui Kasi Peningkatan Mutu PNF dan Diklat Yekti Utami S Sen MPd mengatakan Paud mulai banyak dikenal sekitar tahun 2000 dengan ditandai dibentuknya Direktorat Paud. Namun konsep tentang Paud sebenarnya sudah ada sebelum itu ,bahkan sudah dikenal sejak jaman kerajaan yang dikenal dengan istilah Systim Cantrik,pada jaman Belanda dinamakan Europese Lagere School (ELS) dan Froebelschool , pada penjajahan Jepang beralih ke systim Nippon yang merupakan cikal bakal Taman Kanak-kanan (TK) dan yang pertama kali dikenalkan oleh Ki Hajar dewantara melalui Taman Siswa dengan ditandai berdirinya Taman Indria di Kotagede Jogjakarta pada tanggal 3 Juli 1922.” Taman Kanak-kanak ini memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dibawah tujuh tahun,” katanya.
Menurut dia, pada dasarnya PAUD dilaksanakan sebagai persiapan sebelum menempuh pendidikan dasar dengan tujuan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya,sehingga dalam pelaksanaannya harus mengacu pada kondisi ,kebutuhan dan kepentingan anak.”Sebagai orang tua dan pendidik yang perlu diperhatikan bahwa dalam pengasuhan anak usia dini hendaknya diikuti pemahaman yang mendalam mengenai pola perkembangan anak,” ujarnya.
Secara terpisah Ketua Panitia Purwaningsih Larasati,SP mengatakan Diklat tersebut, merupakan program dari pusat yang dilaksanakan melalui UPTD PKB Kaltim dan dilaksanakan di  wilayah kerja UPT-SKB Muara Jawa . “Jadi UPT- SKB Muara Jawa ditunjuk sebagai penyelenggara kegiatan pelatihan peningkatan mutu pendidik Paud,” katanya.
Menurutnya, diklat bertujuan dalam upaya menyukseskan program Paud, khususnya program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan pendidik tentang konsep bermain anak usia dini. Melalui diklat, peserta diharapkan dapat mempraktekkan keterampilan dasar mengajar pendidik Paud. Selain itu peserta juga diharapkan mampu menjelaskan jenis-jenis kompetensi pendidik PAUDNI sesuai Permendiknas 58/2009 tentang standar Paud. Harapnya.
Peserta diklat dibekali materi pelatihan seperti kebijakan Paud, strategi peningkatan mutu pendidik Paud ,Penyelenggaraan Paud dengan pendekatan BCCT,Perkembangan Anak, Bermain dan Anak ,Jenis dan penerapanya , Penataan lingkungan Bermain, Etika pendidik dan komunikasi anak usia dini serta Kompetensi Pendidik Paud. dan Perencanaan dan Evaluasi Pembelajaran yang Menyenangkan untuk Anak. Dengan pemateri disampaikan dari UPTD- Pusat Pengembangan Belajar Prov Kaltim Yekti Utami,S Sen MPd, Dra.Hj Rahana nurul Aini,Dra Sumartini, Tri Widayati SP MPd dan Sunarti, SPd.

Bupati Kukar Dinobatkan Sebagai Bunda PAUD

TENGGARONG – Kepedulian terhadap dunia pendidikan tidak hanya di pendidikan formal melainkan juga nonformal atau Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal (PAUDNI) menjadi perhatian serius Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Atas kecintaan dan kepedulian terhadap dunia pendidikan tersebut Bupati Rita Widyasari akan dinobatkan sebagai Bunda PAUDNI pada acara puncak Seminar Umum PAUD Juli mendatang di Hotel Grend Elty, Tenggarong. Seminar juga akan dihadiri Direktur PAUD Pusat. Hal tersebut disampaikan Kadisdik Kukar melalui Kasubid PAUD Suprayitno, Selasa (28/6) di Tenggarong. Dijelaskan dia, bahwa agenda penobatan yang bertepatan dengan seminar umum tersebut terlebih dahulu akan dirapatkan dengan jajaran dinas pendidikan agar acara dan seminar tersebut dapat berjalan baik dan lancar. “Kita sudah mengirim surat dan Bupati siap untuk dinobatkan sebagai Bunda PAUD,” ujarnya sambil berharap kegiatan tersebut nantinya berjalan baik dan lancer

Kukar Percontohan Akriditasi PAUDNI

Foto: Nurda

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan satu dari tiga kabupaten/kota se-Indonesia –dua lainnya Semarang dan Bontang –  yang menyelenggarakan akreditasi bagi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal menggunakan APBD. Hal tersebut telah dipresentasikan di pusat, dimana saat ini terus dilakukan sosialisasi terkait akreditasi bagi lembaga PAUDNI di Kukar.
Demikian diungkapkan Kadis Pendidikan Kukar Dr Hermawan melalui Suprayitno, kasubid PAUD saat Sosialisasi Akreditasi Lembaga PAUDNI Nonformal, Senin (27/6), di Tenggarong.
Menurut dia, sebelumnya lembaga PAUDNI dalam akreditasi hanya menggunakan dana lembaga sendiri dan mandiri. Namun pada akreditasi tahun ini akan menggunakan dana APBD dan telah dianggarkan, sehingga dalam pelaksanaannya nanti akan berjalan baik dan lancar.
“Insya Allah tahun ini kita targetkan lembaga PAUDNI yang berjumlah 151 masuk di database dinas pendidikan, dan 50 persennya diakreditasi dengan menggunakan dana APBD,” katanya.
Dengan adanya akreditasi ini nantinya, lanjut Suprayitno akan dapat membantu dan mendorong lembaga-lembaga PAUDNI profesional dan semakin dipercaya masyarat, sehingga warga tidak segan-segan menitipkan anak didiknya kepada lembaga PAUDNI. “Semuanya telah kita persiapkan dengan matang, mulai dari sosialisasi akreditasi kepada lembaga PAUDNI dan mengecek seluruh kelengkapan persyaratan. Mana yang belum dan mana yang kurang untuk diakreditasi pada tahun ini,” ujarnya

RAKOR: PAUD Ajari Anak Bersosialisasi

TENGGARONG – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang baik dan tepat dibutuhkan anak untuk menghadapi masa depan. Begitulah pesan yang disampaikan Kadis Kukar yang dibacakan Sekretaris Disdik Kukar Fitriadi pada pembukaan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Strategi Akses Layanan PAUD di Hotel Lizha, Selasa (28/6).

Rapat koordinasi dan sinkronisasi sebagai strategi perluasan akses layanan dan mutu PAUD diikuti 136 peserta, terdiri dari kepala UPTD-Dinas Kecamatan, UPTD-SKB, pengawas TK SD, para penilik PAUD NI,tenaga dikmas lapangan (TLD), perwakilan tutor PAUD dan guru TK.
Menurutnya, PAUD akan memberikan persiapan anak menghadapi masa depan, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini beberapa Taman Kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelasnya
Untuk mewujudkan pengelolaan dan penyelenggaraan PAUD yang berkualitas tentu perlu adanya koordinasi dan sinkronisasi oleh pemangku kebijakan penyelenggara. “Dengan adanya rapat koordinasi diharapkan akan memunculkan ide-ide baru dalam pengembangan PAUD yang ada di Kutai Kartanegara” tandasnya.
Fitriadi menjelaskan melalui lembaga pendidikan anak usia dini anak-anak sudah diajarkan dasar-dasar cara belajar. “Tentunya di usia dini, mereka akan belajar pondasi-pondasinya. Mereka diajarkan dengan cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain. Tetapi bukan sekadar bermain, tetapi bermain yang diarahkan. Lewat bermain yang diarahkan, mereka bisa belajar banyak cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial.
Karena lewat bermain, anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenang itu, pendidikan pun bisa masuk dan tertanam. “Tentunya cara bermain pun tidak bisa asal, harus yang diarahkan dan ini butuh tenaga yang memiliki kemampuan dan cara mengajarkan yang tepat

Peringati Hardiknas, Anak PAUD Lomba Melukis

Anak anak PAUD sedang mengikuti Lomba Lukis dalam rangka memperingati hardiknas di Sangasanga

SANGASANGA-Kendati diguyur hujan deras, namun tidak menyurutkan masyarakat Sangasanga untuk menghadiri upacara dalam rangkan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2011 . Siswa TK ,SD hingga SMA/SMK ,Guru ,TNI dan POLRI ,Pramuka , IGTKI,HIMPAUDI ,Lurah ,Dinas Instansi ,Tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan  tetap hadir untuk mengikuti upacara Senin (2/5) kemarin.

Lantaran kota  Sangasanga diguyur hujan sejak dini hari ,upacara yang rencanakan digelar di plataran monument Palagan perjuangan Merah putih Sangasanga gagal dilaksankan dan dialihkan di Gedung Sandisa Jl.Slamet Riadi Sangasanga .Bertindak sebagai pemimpin upacara Hardiknas 2011 adalah camat Sangasanga Abdurahman,SE MM. “Ternyata semangat anak-anak kita masih tinggi. Itu mereka tunjukkan di Hardiknas hari ini ,” ujar  Camat Sangasanga.

Peringatan Hardiknas kali ini mengambil tema “ Pendidikan Karakter  sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa”. Berkaitan dengan tema tersebut Camat Sangasanga Abdurahman,SE MM  mengharapkan para pemangku kepentingan pendidikan yang ada di Kecamatan Sangasanga , terutama Kepala Sekolah, dan Guru, harus memberikan perhatiaan dan pendamping lebih besar kepada peserta didik  dalam membentuk dan menumbuhkan pola pikir dan perilaku yang berbasis kasih sayang. Peringatan hari pendidikan Nasional 2011 diharapkan tidak hanya sebagai seremoni biasa, tetapi dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata. Mulai tahun ini ajaran tahun 2011/2012, pendidikan berbasis karakter dijadikan sebagai gerakan  nasional. Pendidikan berkarakter bangsa itu menyasar semua  tingkat pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Perguruan Tinggi, termasuk didalamnya Non formal dan Informal.

Lebih lanjut Camat Sangasanga  , mengatakan kebijakan daerah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Program Gerbang Raja dalam meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya adalah bagaimana meningkatkan sarana pendidikan dan tenaga pendidik semaksimal mungkin sehingga pada tahun 2011 semua sarana pendidikan terutama sarana gedung sekolah dapat dituntaskan pembangunannya sehingga anak didik dapat belajar dengan aman, nyaman dan tenang.

Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sangasanga Irianti,S.Pd didampingi Ketua Panitia Sutoyo,S.PdI ,mengatakan peringatan Hardiknas Tahun 2011 di kecamtan Sangasanga selain dilaksanakan upacara juga diadakan berbagai lomba untuk pelajar. “Dan hari ini dilaksanakan  perlombakan melukis/mewarnai  untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), untuk selanjutnya  membaca Naskah Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 dan cerdas cermat mata pelajaran Sains   untuk kategori tingkat Sekolah Dasar,” terangnya.

Kemdiknas akan Canangkan Gerakan Nasional PAUD

JAKARTA,Pemerintah pusat memberi perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini atau PAUD. Malah sebagai bukti keseriusan terhadap pengelolaan PAUD, tahun ini Kementerian Pendidikan Nasional akan mencanangkan gerakan nasional paudisasi ini. Pencanangan gerakan nasional  ini akan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 20 Mei mendatang.

Dr. Erman Syamsuddin, SH, M.Pd, Direktur Pembinaan PAUD Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta, menjelaskan hal tersebut pekan lalu saat menjadi narasumber utama dalam seminar tentang PAUD bertajuk Menuju SDM yang Berkualitas  dan Berakhak Mulia di aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Gulai Bancah.

Erman Syamsuddin menuturkan kemungkinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri yang akan mencanangkan gerakan nasional paudisasi ini. Rencana pengembangan PAUD ini dimulai tahun 2011 ini hingga 2045 mendatang, tahun yang bertepatan dengan seratus tahun Indonesia merdeka.

Diharapkan dengan pembenahan mutu dan standarisasi PAUD ini, anak-anak yang saat ini notabene baru berusia 0-6 tahun ini, akan menjadi manusia Indonesia yang kompeten dan berkualitas pada tiga puluh tahun mendatang. “Tahun 2045 itu diharapkan Indonesia sudah berada pada posisi enam besar dunia,” Erman mengatakan.

Kukar Segera Punya Grand Design PAUD

TENGGARONG – Tidak lama lagi, Kabupaten Kutai Kartengara (Kukar) akan memiliki cetak biru (Blueprint) tentang penyelenggaran Pengembangan/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yng holistic-integratif. Buku besar (Grand Design) ini menjadi pedoman bagi pengambil kebijakan, penyelenggara, pendidik dan seluruh elemen yang berkepentingan terhadap PAUD, termasuk bagi masyarakat sebagai stakeholder.

Kepala Dinas Pendidikan Kukar, Drs.H.M. Hardi,MM melalui Kasubbid PAUD, Drs.H.Prayitno,MM, menegaskan hal ini, Kamis (18/3) sehari setelah mengikuti rakor PNFI di Samarinda. Penyusunan Grand Design PAUD ini sebenarnya sudah lama direncananakan. Akibat sejumlah kendala teknis dan nonteknis, rencana itu sempat molor-molor. “Alhamdulillah kita sudah menemukan formulanya, dan insyaallah segera terwujud dalam waktu dekat ini,” katanya.

Mengutip berbagai hasil penelitian, Prayitno mengatakan, PAUD sejak satu dasawarsa terakhir ini menjadi perhatian dunia. Pemerintah pun menjadikan PAUD sebagai agenda strategis dan mendesak. Betapa masa depan suatu bangsa amat ditentukan oleh penanganan terhadap anak-anak usia dini (AUD) sejak dini. Tahun-tahun pertama kehidupan AUD adalah masa emas/usia emas (golden period/golden age), tetapi sekaligus juga rentan dan kritis. Itu sebabnya, lanjut dia, jika kebutuhan esensial AUD tidak terlayani secara tepat dan cepat, bisa berdampak buruk pagi kehidupannya mendang.

Meski masih memerlukan berbagai penyuluhan dan motivasi, antusiasme masyarakat terhadap keberadaan PAUD patut dihargai. Demikian halnya dengan semangat berbagai elemen di masyarakat yang berminat menyelenggarakan PAUD perlu segera secepatnya direspons. Menurut Prayit, penting menyelaraskan seluruh keinginan semua pihak  yang berkembang selama ini. “Di sinilah pentingnya sebuah Grand Desaign,” tandasnya.

Grand Design itu, katanya lagi, akan menjadi pedoman dan panduan bagi penyelenggaraan PAUD yang utuh, terintegrasi dan terpadu. Trilogi kebutuhan esensial AUD (Kesehatan, Pendidikan dan Gizi) harus terlayani secara utuh (holistik). Berbagai dinas/instansi yang selama ini masih parsial melakukan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing dalam menanganai AUD, bisa berkordinasi bahu membahu dalam bekerja dalam sebuah sistem yang integratif dan terpadu. Untuk itu, tambahnya, diperlukan model PAUD tepat, misalnya Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini Sistem Atap.

Saat ditanya seperti apa model itu, Prayit menggembarkan, bukan mustahil Kukar, nantinya memiliki sebuah “Istana Anak Usia Dini” yang representatif. Di sana masa emas AUD tidak terenggut sia-sia. Sebaliknya, anak menemukan dunianya  yang sesungguhnya yakni learning by doing. “Anak belajar dan bermain,” tegasnya seraya menambahkan, perkembangan fisik, kecerdasan intelektual, psiko-sosial, emosi, bahasa, kognitif, seni, dan bahkan spiritualnya, akan terpacu secara siginifikan.

Menurutnya, Grand Design juga memuat standar kuantitas dan kualitas layanan. Sebaran jangkauan layanan, kuantitas dan kualitas pendidik, pengasuh dan pamong serta pengelola. Tentu juga memuat standar kurikulum di semua unit layanan (TPA, Play Group, PAUD, dan TK, RA/BA, serta satuan pendidikan sejenis lainnya). Kasubbid PAUD menambahkan, pihaknya akan terus menosialasikan mengenai Grand Design PAUD ini. Pihaknya juga yakin, penyelenggaraan PAUD Holistik-Ientegratif bakal mendapat dukungan luas

Kemdiknas Kukar Akreditasi PAUD Tahun 2011

TENGGARONG, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Kabid Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), H.Bahransyah,SE MSi  mengatakan, Kemdiknas akan siap melakukan akreditasi program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada tahun 2011. Menurutnya, hal ini diakibatkan masih sangat minimnya standar pendidikan PAUD yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tujuan dilakukan akriditasi ini adalah
Bahransyah menyebutkan, salah satu hal yang mengakibatkan minimnya standar program PAUD tersebut, adalah karena kurangnya sumber daya pelaksanaan di lapangan. “Meskipun pada tahun 2010 lalu Kemdiknas Kabupaten sudah mengeluarkan standar PAUD, namun masih ada saja PAUD yang muncul hanya bermodalkan semangat dan tanpa persiapan yang matang,” ungkap, Selasa (01/3).

Bahranyah  menjelaskan, tahun 2011 ini Kemdiknas Kukar telah menyusun standar sebagai turunan standar PAUD, yang nantinya akan dijadikan suatu instrumen yang berfungsi untuk menata seluruh lembaga-lembaga PAUD. “Dengan begitu, ke depannya kita akan tata betul-betul lembaga-lembaga PAUD yang tidak layak dan cenderung tidak memberikan layanan yang optimal,” tukasnya.
Lebih jauh, Bahransyah  menambahkan, anggaran PAUD untuk tahun 2010 sendiri mencapai sebesar Rp2.228.634.000 miliar. Sedangkan untuk tahun 2011, Bahran  memastikan garan angakan bertambah dari anggaran sebelumnya, lantaran adanya reorganisasi yakni masuknya TK ke Ditjen PAUD. Sebelumnya, (pendidikan) TK ditangani langsung oleh Dikdas . “Tahun 2011 nanti, anggaran untuk PAUD diperkirakan mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya ,” sebutnya.
Sebelumnya, untuk mencapai tahapan penyusunan akreditasi PAUD, Kasubid PAUD Drs.H Suproyitno,MM   mengatakan, Kemdiknas Kukar telah melakukan pertemuan bersma mitra kerja PNFI ,Forum Penilik, Forum Himpadi ,Tim Asesor dan Pengembangan Anak Usia Dini. Pertemuan tersebut dimaksudkan Memperkokoh Komitmen Bersama untuk Mengembangkan PAUD dalam Rangka Membangun Karakter Bangsa .

Tahun 2011 PAUD Akan Diakreditasi

Picture: Aktivitas anak anak PAUD

Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Hamid Muhammad mengaku, sumber daya terhadap pelaksanaan program pendidikan anak usia dini (PAUD)  saat ini  masih kurang memadai dilapangan.

”Tapi kekurangan itu, dengan adanya kemitraan Kemdiknas bersama berbagai organisasi sosial kemasyarakatan program PAUD bisa saling melengkapi sehingga pelaksanaan program PAUD dilapangan dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Hamid saat membuka pertemuan tingkat nasional Pendidikan Usia Dini di Jakarta.

Oleh karena itu, kata Hamid, untuk mengatasi kekurangan sumber daya tersebut, tahun 2009 lalu Kemdiknas telah mengeluarkan standar PAUD,  untuk menghindari adanya PAUD muncul karena hanya modal semangat tanpa persiapan yang matang yang mengakibatkan sulitnya pengendalian munculnya PAUD tersebut.

”Banyak muncul PAUD dilapangan tidak terkendali, dan bahkan hanya dengan modal semangat saja,” kata Hamid usai pembukaan.

Untuk itu, kata Hamid, yang sudah dimulai tahun 2010 ini, Kemdiknas telah menyusun standar sebagai turunan standar PAUD yang dikeluarkan oleh Kemdiknas dan nanti menjadi instrumen untuk menata kembali lembaga-lembaga PAUD yang ada saat ini apakah memenuhi standar atau tidak.

”Kedepan, kita akan tata betul-betul lembaga-lembaga PAUD yang tidak layak dan cenderung tidak memberikan layanan yang optimal. Kemdiknas akan membuat 2 standar yaitu pertama, penilaian kinerja  yang biasa dilakukan  di Direktorat PAUD, dan kedua, melakukan instrumen akreditasi,” tambahnya.

Menurut Hamid, dengan adanya instrumen Akreditasi, semua lembaga PAUD baik formal maupun nonformal akan diupayakan untuk diakreditasi dan yang tidak mempunyai standar yang layak diberikan pilihan yaitu memperbaiki lembaganya atau dilebur dengan lembaga PAUD yang lain setara diwilayah itu.

Sementara itu, anggaran PAUD untuk tahun 2010, kata Hamid, sebesar Rp 979 miliar dan tahun 2011 diperkirkan akan bertambah, namun itu adalah karena dengan adanya reorganisasi yakni masuknya TK ke Ditjen PAUD, yang sebelumnya ditangani oleh Ditjen Mandikdasmen, namun tahun 2011 Ditjen PAUD dan TK akan berdiri sendiri dan anggaran tahun 2011 untuk PAUD sekitar Rp 1,4 triliun.

Terkait dengan pembelajaran kepada anak-anak usia dini, kata Hamid, tidak akan mengajarkan kemampuan Koknitif yang berlebihan, karena, PAUD sebenarnya adalah untuk merangsang  potensi anak, merangsang potensi kecerdasan, dan yang paling penting adalah penanaman karakter anak sejak dini.

Nah, kata Hamid, penanaman karakter anak akan dijadikan basis bagi pengembangan usia dini dan akan dikedepankan yang terkait dengan masalah kejujuran, kedisiplinan, tengang rasa, berani tampil atau PD didepan orang, dan kerja sama.

”Sejak usia dini harus diajarkan bagaimana bersikap jujur, disiplin, memiliki tenggang rasa, dan berani tampil didepan orang. Itulah nanti yang akan dikedepankan.” kata Hamid.

Seminar PAUD: “Anak Yang Suka Dibohongi, Akan Menjadi Pembohong

Photo: Kegiatan Anak PAUD

TENGGARONG – Dalam rangka mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional dan social serta membina, menumbuh kembangkan seluruh potensi  Anak Usia Dini secara optimal pada satuan pendidikan PAUD. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara  melalui Dinas Pendidikan meyelenggarakan seminar sehari tentang Kegiatan Pengembangan Kurikulum Bahan Ajar dan Model Pembelajaran Paud Non Formal  dengan tema “Efektifitas Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Non Formal Kutai Kartanegara”, pada Sabtu (20/11) lalu di Hotel Karya Tapin 2 Tenggarong.

Acara tersebut dibuka resmi oleh Kepala Disdik Drs H M Hardi MM melalui Kabid Pendidikan TK SD SDLB Drs. Hamrin HW SPd MM yang diikuti 50 peserta tenaga Pendidik Kelompok Bermain (KB) ,Taman Penitipan Anak ( TPA) dan Satuan Paud Sejenis (SPS) yang ada di 3 zona yaitu zona tengah ,zona hulu dan zona pantai. Sebagai nara sumber /Penyampai makalah Bunda Farah Sahidah,SH, Traier Paud Tingkat Nasional dari Pusat Pengembangan Mutu PAUD Lembaga Pranata Bandung.

Dikatakan Suprayitno bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah cita-cita bangsa yang tercantum dalam Undang-Undang dasar oleh karena itu merupakan tugas semua pihak untuk dapat mewujudkannya, bukan hanya tugas pemerintah semata. Cita-cita tersebut tidak akan terwujud jika tidak didukung oleh pendidikan yang baik terhadap anak bahkan sejak masih dalam kandungan.

Sample Image “Agar tumbuh menjadi anak yang cerdas, maka harus dilakukan sejak anak dalam kandungan. Kita tidak perlu memikirkan sejak kapan otak anak mulai berkembang, yang penting sejak ia ada dalam kandungan maka tugas kita menjadikannya cerdas, oleh karenanya itu bukan hanya menjadi tugas pemerintah melalui dinas-dinas terkait tetapi hendaknya menjadi tugas kita semua,” katanya.

Menurut dia, sejak dari lahirnya hingga usia awal sekolah merupakan masa-masa sulit bagi anak yang ditandai dengan rasa ingin tahu yang besar, sebab itu harus segera diisi dengan pendidikan dan pola asuh yang baik dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Hal ini akan membawa pengaruh bagi anak hingga sang anak dewasa.

“Anak diusia 0 hingga 6 tahun selalu bertanya kepada orang tua, jika orang tua sering membohongi anak, maka ia akan tumbuh menjadi orang yang juga suka berbohong. Jadi usia ini sangat rawan bagi anak, pengaruh dari orang tua dan lingkungan, entah itu baik ataupun buruk akan menentukan bagaimana ia hidup pada saat dewasa nanti. Betapa besar pengaruh lingkungan bagi anak – anak” tegas Hamrin HW mewakili Kadisdik HM Hardi dihadapan peserta seminar.

Pemkab Kukar Dukung Penuh Penyelenggaraan PAUD

Kadis Drs.HM Hardi MM

TENGGARONG – Pemkab Kukar melalui Dinas Pendidikan sangat mendukung penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal tersebut selaras dengan visi misi program pemerintah yakni gerakan pembangunanan rakyat sejahtera (Gerbang Raja). Hal tersebut dikatakan Kadisdik Kukar HM Hardi Ketika membuka seminar sehari Sabtu ( 20/11)  di Hotel Tapin 2 Tenggarong.

Menurut dia, Pemkab Kukar merasa perlu untuk memperhatikan efektifitas penyelenggaraan PAUD agar ketika seorang anak mentas dari sana, dan memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni sekolah dasar (SD) dan sudah pasti memiliki bekal pendidikan yang lebih baik. “Sudah terbukti bahwa anak – anak lulusan Taman kanak – kanak yang masuk Sekolah Dasar memiliki kemampuan yang lebih baik dari anak yang tidak pernah mengecap bangku Taman Kanak Kanak, apalagi anak yang sudah dididik dalam PAUD, tentunya kemampuan mereka akan lebih baik lagi,”katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil study di bidang Neurology mengetengahkan antara lain bahwa perkembangan intelektual telah mencapai 50 % ketika anak berusia 4 tahun , 60 % setelah berusia 8 tahun, dan genap 100 % setelah anak berusia 18 tahun  (Osborn,White and Bloom ) Studi tersebut menguatkan pendapat para ahli sebelumnya tentang keberadaan masa peka atau masa emas (Golden age) yang hanya dating selaki selama hidup terutama pada usia 4 tahun tidak boleh disia-siakan.

“Kami sangat mendukung, tumbuhnya lembaga PAUD di Kutai Kartanegara yang pendidikannya berorientasi pada permainan, karena memang anak – anak usia dini perlu kita kembalikan ke dunianya yaitu bermain. Dan ini selaras denga satu visi dan misi kita, yaitu melalui Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera ( Gerbang Raja),” katanya.

Ditambahkannya, disadari bahwa apapun kebijakan yang diambil pemerintah, tanpa dipahami dan didukung oleh semua pihak yang terkait tidak akan ada artinya, oleh karena itu perlu adanya pemahaman dan komitmen bersama untuk mewujudkan kebijakan tersebut dilapangan, melalui kegiatan pengembangan Kurikulum Bahan Ajar dan Model Pembelajaran PAUD Non Formal ini, dapat menghasilkan masukan, gagasan dan ide-ide pemikiran dalam rangka pengembangan program penting dimasa mendatang.

“Kami berharap ini akan menjadi ajang diskusi yang membangun untuk memperluas wawasan para pemerhati pendidikan anak usia dini serta memberikan masukan yang berarti bagi Pemkab Kukar  guna memperbaiki kualitas pendidikan anak usia dini, sehingga anak-anak di Ktai Kartanegatara   akan tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan memiliki perilaku yang baik,” demikian harapnya.

145 PAUD Dapat Bantuan 10 Juta Untuk Pragram PAUD

Pic. Bukhori

Sekitar 145 Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) Non Formal mendapatkan bantuan dana Kelembagaan 10 juta  tahun anaggaran 2010 untuk program Pendidikan Anak Usia Dini.

Hal ini disampaikan Kabid PNFI ,PAUD dan Kejuruan H.Bahransyah,SE.MSi melalui Kasubid Paud Drs.Suprayitno,MM.di ruang kerjanya Jumat ( 05/11) kemarin.
145 lembaga Paud itu  meliputi Kelompok Bermain (KB) Taman Penitipan Anak ( TPA) dan Satuan Pendidikan Sejenis (SPS)

Kata Suprayitno ,Jangan dilihat dari jumlah bantuan yang diberikan tapi diharapkan pihak lembaga paud dapat mempergunakan dana tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Lembaga paud yang akan mendapatkan dana berjumlah 145 lembaga paud se Kabupaten kutai Kartanegara tetapi yang sudah mengajukan proposal baru 101 lembaga dan dananya siap dicairkan” kata Suprayitno

Bagi yang belum mengajukan, kata Suproyitno masih diberi kesempatan hingga Desember 2010 mendatang dan diperlakukan sama harus membuat proposal.Pendistribusian  dana itu sendiri akan langsung ditranfer lewat rekening masing – masing Lembaga Paud .

Ia berharap program tersebut akan tetap diberikan setiap tahun mengingat lembaga paud merupakan lembaga untuk mencetak peserta didik dalam mempersiapkan pada jenjang sekolah yang lebih tinggi.” Sekali lagi saya minta kepada pihak Lembaga untuk bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi  masyarakat ” pintanya.

Kertas, Daun, Kulit Buah jadi Bahan Edukasi Anak

TENGGARONG – Kepala UPTD-SKB Muara Jawa Drs.AhmadYani Rahim,MM berkaitan dengan kegiatan lomba cipta APE untuk kurangi Pemanasan Global itu diikuti oleh 6 kecamatan se-wilayah kerja UPTD-SKB Muara Jawa, dimana tiap kecamatan diwakili satu tutor kelompok bermain (KB). Sedangkan tiap kelompok diwajibkan membuat beberapa macam permainan untuk anak usia dini yang terbuat dari limbah atau bahan-bahan alam.

“Lomba ini merupakan salah satu bentuk kreasi pengembangan minat dan bakat para anak didik, dimana bahan lomba sendiri terdiri dari kaleng bekas, perca, kardus susu,hingga dedaunan atau kulit buah. Tujuannya untuk mengurangi dampak pemanasan global yang berdampak panjang,” katanya.

Dijelaskannya, Kriteria APE terdiri dari Kriteria penilaian dalam perlombaan tersebut mencakup kreativitas, pemanfaatan bahan dasar, dan komposisi bahan yang tidak sekali pakai, sehingga dapat dijadikan sebagai inventaris. “Yang jelas, meskipun terbuat dari bahan yang sederhana, mainan itu bermanfaat bagi edukasi anak,” terangnya.

Dari lomba yang berlangsung sehari tersebut keluar sebagai pemenang I dalam lomba cipta itu diraih Bunda Agustini dari KB Bena Etam, Kecamatan Muara Jawa. Pemenang II diperoleh Bunda Syamsiah dari KB Ar-Rahman kecamatan Samboja Sedangkan Bunda Junaidah dari KB Tunas Melati dari Kecamatan Sangasanga sebagai peringkat III.

Dengan dewan juri terdiri atas perwakilan Penilik PNFI Sangasanga ,Penilik PNFI Kecamatan Samboja dan dari TBM Bena Etam Kecamatan Muara Jawa. Drs.AhmadYani Rahim,MM.
“Kami berharap kegiatan itu dapat dilakukan di tingkat kecamatan hingga kelurahan, sehingga manfaat pengolahan limbah secara sederhana dapat terasa hingga ke seluruh masyarakat,” Pungkasnya. (hmp15)

Mendiknas Prioritaskan PAUD Pada 2011

Foto: bappeda.jatimprov.go.id

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh memprioritaskan pendidikan anak usia dini pada 2011 bersama dengan pendidikan dasar, vokasi/politeknik, dan percepatan doktor untuk para dosen.

“Pendidikan dasar menjadi prioritas utama pada 2011, termasuk urusan perbukuan dan lembar kerja siswa (LKS),” katanya usai menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-65 Republik Indonesia di halaman Kantor Kemdiknas RI di Jakarta, Selasa.

Hadir pada upacara itu Wamendiknas RI Fasli Jalal, pejabat Kemdiknas, dan penerima anugerah Satya Lancana Karya Satya.

Pendidikan vokasi, katanya, yaitu sekolah menengah kejuruan (SMK) dan politeknik diprioritaskan untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan. “Melalui pendidikan vokasi ini disiapkan tenaga-tenaga kerja yang punya keterampilan dan keahlian,” katanya.

Kemudian percepatan kualifikasi doktor juga di perguruan tinggi menjadi prioritas.

Saat ini, kata Mendiknas, terdapat 23 ribu dosen yang berlatarbelakang pendidikan doktor (S3) dari 270 ribu dosen atau hanya sekitar delapan persennya.

Ia menargetkan pada 2014/2015 angka itu menjadi menjadi 20 persen atau 30 ribu dosen berpendidikan S3, atau ada tambahan paling sedikit 5.000 doktor baru per tahun.

“Prioritas berikutnya adalah PAUD. Saat ini angka partisipasi kasar (APK) PAUD secara nasional mencapai 54 persen, dan di daerah tertentu ada yang mencapai 70 persen. Tahun depan PAUD kami genjot,” ujarnya.

Sumber : www.antaranews.com

Tips Menulis

Komunitas Facebookers LSB

Iklan

Link Pendidikan Luar Sekolah

Juga Guru Juga Guru Info Kursus