Rita Terima Anugerah Aksara

TENGGARONG – Bupati Kukar Rita Widyasari menerima penghargaan aksara dari Kementeri Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Muhammad Nuh pada puncak peringatan Hari Pengentasan Buta Aksara Nasional yang dipusatkan di Gedung Balikpapan Sport  & Convention Centre (Dome) Balikpapan.
Bupati menerima penghargaan karena dinilai sebagai kepala daerah yang memiliki komitmen dalam pemberantasan buta aksara.
Rita menerima anugerah aksara tersebut bersama-sama 19 kepala daerah lainnya yaitu 5 Gubernur, 9 Bupati dan 5 Wali Kota yang dinilai mempunyai peranan penting dalam menyukseskan pelaksanaan program penghapusan buta aksara dan program pendidikan nonformal.

Ke-19 kepala daerah yang mendapatkan anugerah aksara adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Kaltim, Gubernur Maluku, Gubernur Kalbar, Bupati Karawang (Jabar), Bupati Cianjur (Jabar), Bupati Klaten (Jateng), Bupati Kukar (Kaltim), Bupati Bogor (Jabar), Bupati Bojonegoro (Jatim), Bupati Morowali (Sulteng), Bupati Bara (Sumatera Utara), dan Bupati Tapanuli Tengah (Sumut).
Kemudian Wali Kota Balikpapan (Kaltim), Wali Kota Makasar (Sulsel), Wali Kota Palembang (Sumsel), Wali Kota Batu (Jatim) serta Wali Kota Samarinda (Kaltim).
Selain anugerah kepada kepala daerah, Mendiknas juga memberikan penghargaan kepada tutor pendidikan keaksaraan pemenang lomba karya tulis, pemenang lomba keaksaraan warga belajar pendidikan keaksaraan, wartawan dan masyarakat umum pemenang penghargaan publikasi keaksaraan.
Terpilihnya Balikpapan sebagai tempat penyelenggaraan peringatan Hari Aksara Internasional ke-45 didasarkan pada kesiapan dan usulan daerah. Kebetulan pada tahun ini ada 3 provinsi yang mengajukan yaitu Kaltim, Kalbar dan Sumatera Utara.

Kaltim merupakan salah satu provinsi yang cukup berhasil dalam penuntasan buta aksara dan Kota Balikpapan sebagai kota yang juga berhasil dalam penuntasan buta aksara.
Jadi pemilihan tempat ini juga merupakan apresiasi terhadap kota dan provinsi yang bersangkutan sekaligus juga diharapkan mampu mendorong daerah lain untuk meningkatkan keberhasilannya.
Bupati Kukar Rita Widyasarai dinilai memenuhi syarat untuk diusulkan mendapatkan penghargaan karena komitmen mengeluarkan anggaran di atas Rp 500 juta per tahun untuk kegiatan pengentasan aksara.

Kalau dihitung Kukar mengeluarkan sekitar Rp 1 miliar untuk kegiatan pengentasan buta aksara di Kukar. Oleh karena itu Disdik Kukar jauh-jauh hari telah mengusulkan penghargaan tersebut  kepada Menteri Pendidikan Nasional. “Alhamdulillah semua itu dapat terlaksana sesuai apa yang direncanakan,” ujar Kepala Disdik Kukar HM Hardi di sela-sela malam penganugerahan.
Dikatakan Hardi, ini semua berkat kepedulian mantan Bupati Kukar Syaukani HR yang juga pernah menerima penghargaan yang sama.

Tips Menulis

Komunitas Facebookers LSB

Iklan

Link Pendidikan Luar Sekolah

Juga Guru Juga Guru Info Kursus